IKN Fun Day Hadirkan Dongeng dan Permainan Tradisional untuk Keluarga
- 19 Mei 2026 18:10 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan ramah keluarga melalui program “IKN Fun Day” selama periode libur Kenaikan Yesus Kristus di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian pengunjung ialah sesi mendongeng bersama Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna A. Safitri, di Sentra Massa IKN.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Otorita IKN menghadirkan ruang publik yang inklusif sekaligus mendorong interaksi keluarga tanpa ketergantungan pada gawai.
Rangkaian IKN Fun Day yang diselenggarakan selama musim liburan pendek ini untuk membuka kesempatan bagi pengunjung bersama keluarga melakukan aktivitas selain mengunjungi tempat-tempat yang ada.
“Kami juga menyediakan tempat-tempat untuk beristirahat dan memberi kesempatan bagi anak-anak merasakan permainan tradisional yang mengandalkan kemampuan motorik dasar,” ujar Myrna dalam keterangannya, Senin 18 Mei 2026.
Dalam sesi mendongeng, Myrna membawakan cerita improvisasi tentang satwa liar yang hidup di hutan Kalimantan. Cerita disampaikan secara interaktif dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari anak-anak.
“Dongengnya bukan fabel seperti biasa, tetapi improvisasi tentang beberapa hewan yang ditemukan di hutan Kalimantan. Kami ingin mengenalkan jenis-jenis satwa, baik burung maupun mamalia, sekaligus memberi stimulasi kepada anak-anak agar mereka bisa menyampaikan harapan mereka terhadap IKN,” katanya.
Selain mendengarkan cerita, anak-anak juga diajak berdialog mengenai gambaran kota impian mereka di masa depan. Berbagai jawaban spontan muncul dari peserta, mulai dari harapan agar IKN memiliki lebih banyak bunga, pohon, hingga tempat bersantai seperti kafe.
Menurut Myrna, kegiatan mendongeng menjadi media komunikasi yang efektif untuk mendengar pandangan anak-anak mengenai masa depan IKN.
“Jangan lupa bahwa IKN ini akan lengkap pada tahun 2045. Anak-anak yang sekarang berusia lima, tujuh, atau sembilan tahun, kelak akan menjadi generasi muda yang hidup dan beraktivitas di IKN. Karena itu suara mereka perlu didengar. Ini menjadi medium komunikasi yang menarik dengan anak-anak,” ujarnya.
Selain dongeng, rangkaian IKN Fun Day juga menghadirkan permainan tradisional, kegiatan mewarnai, video edukasi, hingga area bermain catur bagi pengunjung dewasa. Seluruh aktivitas dirancang untuk menciptakan ruang publik yang nyaman dan edukatif bagi keluarga.
“Kami membayangkan dalam beberapa menit anak-anak dan orang tua bisa melupakan gadget. Anak-anak bisa mendengarkan dongeng, menonton video edukasi, mewarnai. Ini bagus untuk motorik halus dan motorik kasar. Sambil menunggu, keluarga juga bisa bermain catur. Kami ingin memberi contoh bahwa ruang-ruang publik di IKN ramah keluarga,” kata Myrna.
Sementara itu, Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, mengajak masyarakat untuk datang langsung melihat perkembangan pembangunan IKN. Menurutnya, semakin banyak masyarakat berkunjung, semakin baik pula pemahaman publik terhadap pembangunan Nusantara.
“IKN adalah kota terbuka, silakan semua orang menikmati setiap detail Kota Nusantara. Seeing is believing atau melihat sendiri jadi percaya itu penting. Jangan mudah percaya pada ujaran di media sosial yang mengatakan pembangunan IKN macet atau mangkrak. Itu berita bohong dan menyesatkan,” ujar Troy.
Ia menegaskan pembangunan IKN terus berjalan dan menjadi bagian dari upaya menghadirkan kota masa depan Indonesia.
“Kota ini direncanakan dan dibangun dengan perhatian dan penuh semangat serta memiliki makna historis bagi bangsa dan negara Indonesia. Mari bersama-sama menyukseskan hasil pemikiran dan kerja keras anak bangsa ini untuk Indonesia yang maju, modern, dan unggul di mata dunia,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....