Jamri Lessa Usai Bebas: Jangan Pernah Jadi Seperti Saya

  • 24 Jan 2026 18:37 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Panggung talkshow "Generasi Hebat Tanpa Narkoba" di Taman Budaya Sendawar, Sabtu 24 Januari 2026 mendadak hening saat seorang pria berdiri dengan tegar di hadapan ratusan pasang mata pelajar. Ia adalah Jamri Lessa, seorang penyintas yang baru saja menghirup udara bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tenggarong pada 7 Januari 2026 lalu.

Saat itu menjadi titik balik baru bagi Jamri Lessa setelah tiga tahun lebih mendekam di jeruji besi. Tak butuh waktu lama bagi pria vokal ini untuk melakukan penebusan dosa masa lalunya.

Di hadapan ratusan pelajar dalam talkshow yang digagas Karang Taruna Kubar, ia berdiri tegak membagikan kisah kelamnya agar tidak ada lagi pemuda yang mengikuti jejaknya.

"Saya sebetulnya malu berdiri di sini, tapi demi kalian tidak terjebak narkoba, saya beranikan diri untuk mengingatkan; jangan pernah coba-coba," ujar Jamri mengawali kesaksiannya dengan mata berkaca-kaca.

BACA JUGA:

Karang Taruna Kubar Edukasi 500 Pelajar Terkait Bahaya Narkoba

Kisah Jamri adalah potret nyata bagaimana kedukaan bisa menjadi celah bagi narkotika. Stres berat akibat kehilangan buah hati tercinta dalam sebuah kecelakaan maut membuatnya kehilangan arah. Di saat rapuh, seseorang menyarankannya menggunakan sabu-sabu dengan iming-iming ketenangan instan.

Bukannya ketenangan yang didapat, Jamri justru terperosok dalam ketergantungan yang berujung pada penangkapan oleh pihak kepolisian pada 7 Mei 2023. Kehidupan nyaman yang ia bayangkan berubah menjadi dinginnya jeruji besi.

Para narasumber dan peserta foto bersama dalam acara talkshow edukasi narkoba di Taman Budaya Sendawar, Sabtu 24 Januari 2026. Foto:RRI/Andreas.

Jamri membagikan realita jujur tentang kehidupan di penjara yang jauh dari kata mudah. Ia menegaskan bahwa di dalam penjara tidak ada yang gratis dan kehidupan di sana sangat menekan mental. Ia juga memperingatkan dampak jangka panjang yang sering terjadi pada narapidana.

"Jangan sampai terjebak. Keluar dari penjara bukannya bertobat, tapi bisa jadi malah tergiur menjadi bandar karena lingkungan yang salah. Itulah mengapa saya katakan: jangan pernah jadi seperti saya," ucapnya tegas.

BACA JUGA:

BNK Kutai Barat Tegaskan Rehabilitasi Narkoba 100 Persen Gratis

Kehadiran Jamri Lessa di panggung edukasi ini mendapat pujian dari Sekretaris BNN Kabupaten Kutai Barat, Jamidi. Menurutnya, testimoni jujur dari seorang penyintas adalah instrumen edukasi yang paling efektif untuk menyentuh logika dan perasaan para pelajar.

Melalui keberanian Jamri untuk terbuka, masyarakat kini melihat bahwa narkoba bukan hanya masalah hukum, tetapi masalah kemanusiaan yang memerlukan dukungan moral untuk sembuh. Jamri Lessa kini bukan lagi sekadar mantan narapidana, melainkan pejuang edukasi yang berharap kesalahannya di masa lalu menjadi benteng bagi masa depan generasi emas Kutai Barat.

Kegiatan ini membuktikan bahwa pemulihan selalu mungkin dilakukan, dan keberanian untuk berbagi pengalaman pahit dapat menjadi cahaya penyelamat bagi generasi emas Kutai Barat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....