Daya Beli Turun di Barong Tongkok, Geliat Usaha Tukang Cukur Terimbas
- 02 Mar 2026 14:47 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Usaha pangkas rambut di Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), menghadapi tantangan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir.
Meski sempat ramai saat momen tertentu seperti menjelang Lebaran, secara umum jumlah pelanggan disebut mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu pemilik pangkas rambut, Ahmad Safi’i, mengungkapkan, kondisi tersebut mulai terasa setelah pandemi Covid-19. Menurutnya, daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih berdampak pada jumlah pelanggan yang datang setiap hari.
“Kalau dibandingkan dulu, sekarang agak menurun. Mungkin karena ekonomi juga belum stabil sejak habis Covid, 19” kata Safi’I, Senin 1 Maret 2026.
Ia menambahkan, dalam satu bulan penghasilan bisa mencapai Rp7 sampai Rp10 juta jika kondisi ramai. Namun pada hari biasa, jumlah tersebut tidak selalu tercapai karena pelanggan datang tidak menentu.
"Kan 30 ribu per orang, rata-rata yang datang berkisar 10 orang per hari. Jadi kalau di kalikan 30 hari misalnya, bisa sampai Rp9 juta," kata Sapi'i.
Di tengah persaingan usaha, Safi’i juga menjelaskan perbedaan antara pangkas rambut tradisional dan barber shop modern. Menurutnya, perbedaan utama terletak pada fasilitas tempat dan kenyamanan yang ditawarkan.
“Kalau pangkas rambut tradisional sama barber sebenarnya sama saja dari segi potong rambut. Bedanya biasanya di tempat, kalau barber ada AC dan konsepnya lebih modern. Tapi hasilnya juga tergantung pengalaman kerja,” katanya.
Safi’i menyebut, sebagian pelanggan tetap memilih pangkas rambut tradisional karena harga yang lebih terjangkau. Namun ada pula yang beralih ke barber shop demi kenyamanan fasilitas. Meski demikian, ia tetap optimistis usahanya bisa bertahan dengan menjaga kualitas pelayanan dan menyesuaikan diri dengan kondisi pasar.