Warung Makan di Mahulu Bertahan, Harga Jual Tak Naik meski Bahan Mahal

  • 25 Feb 2026 12:37 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Long Bagun - Kenaikan harga sejumlah bahan pokok berdampak pada pelaku usaha warung makan di Mahakam Ulu. Meski demikian, sebagian pedagang memilih tetap mempertahankan harga jual makanan.

Pemilik warung makan, Kartini, mengatakan harga telur yang sebelumnya Rp60.000 per piring kini naik menjadi Rp70.000. Kenaikan tersebut menambah beban biaya produksi harian.

Selain telur, harga cabai juga sempat mencapai Rp80.000 per kilogram. Bawang berada di kisaran Rp70.000 per kilogram, sementara kacang tanah naik dari Rp35.000 menjadi Rp50.000 per kilogram.

Harga beras pun tidak luput dari kenaikan dan kini mencapai Rp470.000 per karung. Kondisi ini membuat modal belanja bahan makanan semakin besar dibanding sebelumnya.

Meski harga bahan mentah meningkat, Kartini mengaku belum menaikkan harga makanan di warungnya. Harga per porsi masih dipatok Rp25.000 demi menjaga pelanggan tetap.

“Yang naik itu bahan mentahnya, tapi harga jual tetap Rp25.000. Kalau dinaikkan kasihan pelanggan,” ujarnya kepada rri.co.id, pada Rabu, 25 Februari 2026.

Ia berharap harga dari distributor dapat kembali stabil sehingga pedagang kecil tidak terus menanggung beban kenaikan biaya produksi, sekaligus tetap bisa mempertahankan usaha mereka.

Rekomendasi Berita