Gudang Bulog Tingkatkan Efisiensi Distribusi Pangan di Kubar

  • 04 Apr 2026 18:38 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Kehadiran gudang Bulog di Kabupaten Kutai Barat diyakini akan meningkatkan efisiensi distribusi pangan serta memperkuat sistem logistik di wilayah tersebut.

Pemerintah daerah menilai pembangunan infrastruktur ini penting untuk menjaga kualitas dan ketersediaan pasokan bahan pokok, khususnya beras dan minyak goreng, agar dapat didistribusikan secara lebih cepat dan merata.

Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, mengatakan keberadaan gudang Bulog akan menjadi solusi strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah, sekaligus menjaga stabilitas harga di tengah fluktuasi pasar.

“Dengan adanya fasilitas penyimpanan yang memadai, distribusi pangan akan lebih efektif, kualitas komoditas tetap terjaga, dan pasokan bisa lebih stabil,” ujarnya dalam acara penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) di Auditorium ATJ Kantor Pemkab Kubar, Sabtu 4 April 2026.

Gudang yang direncanakan memiliki kapasitas sekitar 1.000 ton tersebut akan dibangun di atas lahan hibah dari Pemerintah Kabupaten Kutai Barat seluas 1,3 hektare di Kampung Ngenyan Aasa, Kecamatan Barong Tongkok.

Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto, menjelaskan pembangunan gudang ini merupakan bagian dari program nasional penguatan infrastruktur pascapanen yang bertujuan menekan biaya distribusi dan memastikan ketersediaan pangan di daerah.

“Ini semua adalah dalam rangka upaya kita bersama untuk menjaga ketersediaan pangan, keterjangkauan pangan, dan stabilitas harga,” katanya.

Menurutnya, wilayah Kutai Barat dan Mahakam Ulu selama ini masih menghadapi tantangan distribusi karena keterbatasan fasilitas penyimpanan, yang berdampak pada harga bahan pokok yang relatif tinggi.

“Khusus daerah-daerah terluar, terdepan, terjauh seperti Kuta Barat dan Mahakam Ulu yang selama ini belum ada gudang kita akan siapkan gudang. Hal ini penting karena Kutai Barat dan Mahakam Ulu yang berdekatan hampir setiap minggu menjadi perhatian Kementerian Dalam Negeri dalam evaluasi, mengingat harga bahan pokok masih cenderung tinggi meskipun relatif stabil. Bahkan, sempat muncul pemberitaan di Mahakam Ulu bahwa harga satu karung beras mencapai Rp1 juta,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Bulog akan mengoptimalkan gudang yang sudah ada dengan kapasitas sekitar 200 ton sambil menunggu pembangunan gudang permanen.

Selain itu, Bulog juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan akses jalan menuju lokasi gudang guna mendukung kelancaran distribusi.

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berharap pembangunan gudang Bulog dapat segera terealisasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam menjaga stabilitas harga serta menjamin ketersediaan pangan di daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....