Atasi Kendala Logistik, Bapanas Dorong Percepatan Gudang Bulog di Kutai Barat
- 21 Feb 2026 20:51 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendorong percepatan ketersediaan infrastruktur logistik berupa gudang Bulog di Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Langkah strategis ini diambil guna mengatasi kendala distribusi pangan yang kerap terhambat faktor alam dan geografis, sekaligus memastikan stabilitas pasokan bagi masyarakat setempat.
Direktur Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, mengungkapkan bahwa kehadiran pemerintah melalui ketersediaan stok yang cukup di wilayah setempat sangat krusial.
"Pemerintah Kabupaten Kutai Barat sudah mengusulkan kepada Pemerintah Pusat terkait keberadaan gudang Bulog. Ini menjadi penting agar pemerintah hadir dengan ketersediaan pangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat," ujar Maino saat meninjau calon gudang Bulog di kampung Ngenyan Asa, kecamatan Barong Tongkok, Sabtu 21 Februari 2026.
Maino mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan lapangan, mayoritas bahan makanan di Kutai Barat saat ini dipasok dari luar daerah, terutama dari Samarinda. Ketergantungan ini menyebabkan ketersediaan pangan sangat dipengaruhi oleh kelancaran jalur distribusi darat dan air.
Sebagai solusi cepat, Bapanas mendukung rencana pembangunan gudang filial sebagai tempat penyimpanan stok sebelum gudang standar resmi dibangun.
"Dalam waktu singkat akan dibangun gudang filial. Di sini nanti Bulog bisa memasukkan bahan-bahan pangannya untuk memenuhi kebutuhan wilayah Kutai Barat," kata Maino.
Tim Satgas Pangan yang terdiri dari Bapanas, Kementerian Pertanian, Polda Kaltim, dan Bulog mencatat adanya sedikit kenaikan harga pada komoditas beras dan gula akibat gangguan arus air serta masalah infrastruktur jalan darat. Kendala ini menyebabkan pasokan dari Samarinda menjadi kurang lancar.
Meskipun kenaikan harga gula masih dalam batas toleransi wajar, yakni Rp200–Rp300, hal ini menjadi perhatian serius menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Peningkatan konsumsi masyarakat selama Ramadan dan Lebaran mengharuskan distribusi menjadi faktor utama yang harus dijaga agar merata di seluruh wilayah Kubar.
Dalam menghadapi Ramadan, Bulog akan mengoptimalkan fungsi utamanya dalam menyediakan sembako seperti beras, minyak goreng, dan gula. Namun, Maino menekankan bahwa Bulog tidak dapat bekerja sendiri dan memerlukan kolaborasi aktif dari Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Perdagangan dan Dinas Ketahanan Pangan.
Upaya stabilisasi akan dilakukan dengan mengoptimalkan pelaksanaan operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai lokasi strategis, serta mempermudah akses masyarakat dan pedagang mendapatkan bahan pokok melalui program Rumah Pangan Kita (RPK). Selain itu, pemerintah juga berupaya memaksimalkan potensi produksi persawahan lokal di Kutai Barat guna mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kutai Barat, Rion, menyambut baik usulan tersebut karena kehadiran fasilitas penyimpanan di wilayah setempat akan sangat membantu menjaga ketahanan pangan daerah.
Menurutnya, Pemkab Kubar sebenarnya telah memiliki gedung yang cukup representatif untuk difungsikan sebagai gudang Bulog, yakni gedung di Kampung Ngenyan Asa yang telah ditinjau bersama tim Satgas Pangan Nasional.
“Hanya saja gedung ini masih di bawah kewenangan Dinas Perdagangan dan Koperasi, sehingga kalau Bulog mau pakai tinggal koordinasi dengan dinas terkait. Tetapi mungkin perlu pembenahan karena masih ada lubang di bagian atas,” kata Rion.
Integrasi fasilitas ini diharapkan dapat mendukung rencana jangka pendek pembentukan gudang filial guna mempercepat stok bahan pangan masuk ke Kutai Barat tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pengiriman dari luar daerah.