Penduduk IKN Kini Bisa Tukar Sampah Jadi Emas
- 06 Feb 2026 19:16 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) melakukan langkah progresif dalam pengelolaan limbah dengan memperkenalkan sistem penukaran sampah plastik menjadi uang elektronik dan tabungan emas. Strategi ini dirancang untuk memastikan pembangunan fisik Nusantara berjalan selaras dengan budaya masyarakat yang ramah lingkungan melalui teknologi canggih dan kemitraan strategis.
Langkah ini resmi diperkenalkan sebagai bagian dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 yang jatuh pada 21 Februari mendatang. Dengan sistem ini, botol plastik yang dikumpulkan oleh pegawai maupun warga IKN bukan lagi sekadar limbah, melainkan aset ekonomi berharga dalam ekosistem ekonomi sirkular.
BACA JUGA:
Gunakan Teknologi Canggih, IKN Kelola Sampah Jadi Energi
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menegaskan momentum HPSN harus menjadi titik balik masyarakat dalam mengelola sampah secara konsisten sejak dari sumbernya.
“Kunci utamanya adalah membangun kebiasaan mengelola sampah secara konsisten agar tidak terjadi penumpukan. Momentum ini menyatukan tekad kita untuk mengaktifkan praktik pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing,” ujar Myrna dalam keterangan resminya, Jumat 6 Februari 2026.

Melalui program "Memilah Sampah Menabung Emas", masyarakat diajak memandang kemasan plastik sebagai aset finansial. Sampah plastik yang telah dipilah dapat disetorkan ke bank sampah terdekat untuk dikonversi menjadi poin digital yang secara otomatis masuk ke rekening Tabungan Emas PT Pegadaian milik warga.
BACA JUGA:
Inovasi TPST IKN Jadi Rujukan Bank Sampah Paser
Sebagai pendukung teknis, Otorita IKN menerima penyerahan Plasticpay Reverse Vending Machine (RVM) dari Mayora Group. Mesin otomatis ini menjadi ujung tombak digitalisasi pemilahan sampah di lingkungan perkantoran Nusantara dengan mekanisme yang mudah. Yaitu mekanisme langsung, dimana warga cukup memasukkan botol plastik bekas ke dalam mesin untuk mendapatkan poin digital.
Kemudian Konversi Uang Elektronik dimana poin yang terkumpul dapat dikonversi langsung menjadi uang elektronik sebagai insentif instan bagi warga yang peduli lingkungan.
Sustainability Director Mayora Group, Tunky Natanael Kurniawan, mengatakan dukungan ini sejalan dengan prinsip IKN sebagai kota berkelanjutan. Mayora Group berkomitmen menjaga kebersihan IKN melalui Gerakan Ekonomi Sirkular Nasional (GESN) yang telah dijalankan secara konsisten sejak 2021.
Melalui integrasi teknologi dan insentif ekonomi ini, Otorita IKN menargetkan terbangunnya sistem pengelolaan sampah yang efektif, partisipatif, dan berkelanjutan sebagai bagian dari gaya hidup harian masyarakat di Ibu Kota Nusantara.