Warga Belempung Ulaq Larang Truk Batubara - CPO Melintas
- 24 Feb 2025 17:37 WIB
- Sendawar
KBRN, Sendawar: Warga Kampung Belempung Ulaq, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), melarang truk pengangkut batu bara ilegal (koridor) dan crude palm oil (CPO) yang melintasi jalan poros kampung mereka. Larangan tersebut dituangkan dalam spanduk yang dipasang sejak Sabtu, 22 Februari 2025 malam, di pertigaan menuju kampung Belempung Ulaq.
Kepala Kampung Belempung Ulaq, Makar, mengatakan tindakan ini merupakan respons atas desakan masyarakat yang merasa terganggu dengan keberadaan truk-truk pengangkut batu bara ilegal yang beroperasi tanpa izin resmi. Menurut Makar, seharusnya truk-truk batu bara dan CPO melewati jalan dari Simpang Raya menuju Sekolaq Darat yang lebih lebar.
“Kami pasang baliho larangan ini karena kondisi jalan semakin memburuk setiap harinya. Truk koridor dan CPO seharusnya menggunakan jalur yang sudah disediakan,” ujar Makar kepada wartawan, Minggu (23/2/2025).
BACA JUGA:
Tuntut Perbaikan Jalan, Warga Sekolaq Darat Blokir Tangki CPO
Dia mengaku banyak warga yang protes dan terganggu dengan suara bising kednaraan sepanjang hari. Selain itu, truk-truk tersebut diduga mengangkut batu bara ilegal dan melintasi jalan kampung yang tidak sesuai dengan kapasitas beban yang diizinkan.
“Jalan poros Belempung Ulaq ini hanya mampu menampung beban maksimal 7 ton, tapi dilalui truk dengan muatan mencapai 10 ton. Akibatnya, kondisi jalan semakin rusak dan rawan kecelakaan,” katanya.
Ironisnya, meskipun warga telah menyuarakan keresahan mereka, tidak ada pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan jalan. Makar berharap agar para pengusaha tambang segera turun tangan untuk menyelesaikan persoalan ini.
"Kami hanya minta kerja sama supaya jalan yang ada tidak rusak lebih parah," ungkap Makar.
Masyarakat Kampung Belempung Ulaq berharap adanya penegakan hukum yang tegas untuk mencegah aktivitas pertambangan ilegal yang merusak fasilitas umum dan mengganggu kenyamanan warga. Mereka meminta pihak berwenang mengambil langkah konkret agar kendaraan berat tidak lagi melewati jalan poros kampung mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....