Mahulu Terkendala Alat Standar Pantau Kualitas Udara
- 30 Sep 2026 17:03 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Mahulu – Pemantauan kualitas udara di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) saat ini masih terkendala keterbatasan peralatan pengukur yang memenuhi standar Kementerian Lingkungan Hidup. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah belum dapat melakukan pemantauan kualitas udara secara maksimal di tengah kabut asap.
Kepala Pelaksana BPBD Mahulu, Agus Darmawan mengatakan daerah belum memiliki alat pengukur kualitas udara standar yang dibutuhkan untuk mendapatkan data secara langsung. Karena itu, pemantauan sementara dilakukan dengan memanfaatkan data dari wilayah terdekat.
“Kita belum bisa melakukan pengukuran secara maksimal karena belum memiliki alat pengukur dari Kementerian Lingkungan Hidup,” kata Agus, Rabu, 30 September 2026.
Menurutnya, Pemkab Mahulu berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk memenuhi kebutuhan alat tersebut. Dukungan dapat dilakukan melalui pengadaan maupun peminjaman peralatan pengukur kualitas udara.
Agus mengatakan, Pemerintah Provinsi Kaltim telah menyatakan kesediaan membantu mengoordinasikan kebutuhan tersebut dengan Dinas Lingkungan Hidup. Koordinasi itu diharapkan dapat membuka akses bagi Mahulu untuk memperoleh peralatan pemantauan yang sesuai standar.
“Sementara ini kita hanya mengambil data dari Kabupaten Kutai Barat sebagai wilayah tetangga,” ujarnya.
Penggunaan data dari Kutai Barat menjadi langkah sementara karena Mahulu belum memiliki peralatan pengukur sendiri. Namun, kondisi tersebut membuat pemerintah daerah membutuhkan dukungan agar pemantauan kualitas udara dapat dilakukan lebih akurat dan sesuai kondisi di wilayah Mahulu.
Agus berharap bantuan peralatan dapat segera terealisasi mengingat kabut asap berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat. Dengan adanya alat standar, pemerintah daerah dapat memperoleh data kualitas udara secara lebih cepat sebagai dasar menentukan langkah penanganan dan perlindungan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....