Mahulu Masih Diselimuti Kabut Asap Dampak Karhutla

  • 30 Sep 2026 17:06 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Mahulu - Kualitas udara di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang memburuk akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendapat perhatian serius DPRD Mahulu. Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditangani karena dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Menyikapi persoalan itu, DPRD Mahulu melalui Komisi III bersama Dinas Kesehatan Mahulu mendatangi Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur pada Rabu, 16 September 2026. Pertemuan tersebut membahas kondisi kualitas udara sekaligus langkah penanganan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.

Anggota Komisi III DPRD Mahulu Subhan Noor mengatakan, kondisi udara di sejumlah wilayah Mahulu dalam beberapa hari terakhir cukup buruk. Kabut asap yang muncul juga dirasakan masyarakat saat beraktivitas sehari-hari.

“Kita bernapas saja terasa, kondisinya fluktuatif, kadang asap berkurang, tetapi ada hari tertentu asap kembali pekat,” kata Subhan, Rabu, 30 September 2026.

Menurut Subhan, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena paparan kabut asap dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Pemerintah daerah bersama instansi terkait perlu memastikan langkah penanganan dilakukan sesuai perkembangan kondisi udara di lapangan.

“Kami ingin ada langkah konkret agar masyarakat tetap mendapatkan perlindungan selama kondisi udara memburuk,” ujarnya.

Dalam pertemuan dengan Dinkes Provinsi Kaltim, DPRD Mahulu turut membahas kebutuhan dukungan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap. Koordinasi lintas pemerintahan dinilai penting untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan gangguan kesehatan.

Subhan menambahkan, kondisi kualitas udara harus terus dipantau karena intensitas kabut asap dapat berubah sewaktu-waktu. Informasi mengenai perkembangan udara diperlukan sebagai dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah perlindungan masyarakat.

DPRD Mahulu juga mendorong agar fasilitas pelayanan kesehatan siap menghadapi kemungkinan meningkatnya keluhan masyarakat selama kabut asap berlangsung. Edukasi mengenai perlindungan diri dan upaya mengurangi paparan asap juga dinilai perlu diperkuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....