Kebijakan Efisiensi Anggaran Bukan Kendala Pengembangan Budaya di Mahulu

  • 29 Sep 2026 09:33 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Mahulu - Kondisi efisiensi anggaran menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan daerah Kabupaten Mahakam Ulu. Meski demikian, pemerintah daerah dinilai tetap dapat memilih objek budaya dan wisata potensial yang memiliki akses relatif mudah untuk dikembangkan secara bertahap.

Anggota Komisi II DPRD Mahakam Ulu, Kerawing Lawing mengatakan pengembangan sektor pariwisata tidak harus dilakukan sekaligus di seluruh wilayah. Pemerintah dapat memprioritaskan objek yang memiliki potensi kuat dan didukung akses transportasi yang lebih memungkinkan.

Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi strategi pengembangan pariwisata di tengah keterbatasan anggaran. Selain memperkenalkan kekayaan budaya Mahulu, pengelolaan destinasi secara baik juga berpeluang memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kalau memang ada cagar budaya yang betul-betul bisa dikembangkan, apa salahnya. Kita harus menggenjot dunia pariwisata yang di dalamnya terdapat unsur budaya yang kaya di Mahulu ini,” kata Kerawing Lawing, Selasa, 29 September 2026.

Ia menilai pemerintah daerah bersama organisasi perangkat daerah terkait perlu melakukan pemetaan terhadap objek budaya dan wisata yang memiliki nilai jual serta dapat dikembangkan sesuai kemampuan daerah. Prioritas tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi akses, kesiapan infrastruktur, dan potensi kunjungan.

Selain pengembangan destinasi, Kerawing mendorong identitas budaya Dayak lebih ditampilkan dalam wajah pembangunan di Mahakam Ulu. Penguatan identitas tersebut dapat dilakukan melalui berbagai elemen visual yang mencerminkan karakter budaya lokal.

Salah satunya melalui penggunaan ornamen khas Dayak pada bangunan pemerintahan maupun ruang publik. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya kepada masyarakat yang berkunjung ke Mahulu.

“Identitas budaya Dayak harus lebih ditampilkan dalam pembangunan Mahulu, termasuk melalui ornamen khas Dayak pada bangunan pemerintahan maupun ruang publik,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....