Kabut Asap Karhutla Selimuti Mahakam Ulu, Kualitas Udara Memburuk

  • 21 Sep 2026 12:54 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Mahulu - Paparan kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari kawasan tetangga kini menyelimuti Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Kiriman asap lintas daerah tersebut menyebabkan kualitas udara di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia ini menurun drastis jika dibandingkan dengan beberapa waktu sebelumnya.

Kondisi udara yang memburuk mulai mengganggu aktivitas harian warga, terutama akibat jarak pandang yang menipis secara signifikan sejak beberapa hari terakhir. Kabut tebal tampak menutupi area permukiman hingga wilayah perairan Sungai Mahakam yang menjadi urat nadi transportasi lokal.

Warga setempat mengeluhkan terbatasnya jarak pandang yang berisiko mengganggu keselamatan bertransportasi dan memicu gangguan pernapasan. Kerapatan asap dilaporkan kian pekat pada pagi dan sore hari, membuat paparan partikel berbahaya kian mengancam kesehatan masyarakat setempat.

"Jarak pandang di wilayah kami saat ini hanya berkisar sekitar 100 meter akibat kabut asap yang makin tebal," ujar Tasong Saung, salah seorang warga Mahakam Ulu, Senin, 21 September 2026.

Guna mengantisipasi dampak buruk terhadap kelompok rentan, pemerintah daerah mengambil langkah cepat dengan mengalihkan proses pembelajaran sekolah. Langkah antisipatif ini diambil agar para pelajar tidak terpapar dampak buruk polusi udara yang kian mengkhawatirkan di luar ruangan.

Kebijakan Belajar dari Rumah (BDR) pun resmi diberlakukan bagi seluruh siswa di wilayah terdampak hingga kondisi kualitas udara kembali membaik. Langkah ini diharapkan meminimalkan potensi timbulnya penyakit saluran pernapasan pada anak-anak.

Tidak hanya sektor pendidikan, roda pemerintahan di tingkat kabupaten juga menyesuaikan skema kerja guna membatasi mobilitas pegawai di luar ruangan. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk perlindungan keselamatan kerja bagi para aparatur sipil negara.

"Dampak kabut asap ini membuat Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu menetapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi seluruh pegawai pemerintahan," kata Tasong Saung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....