Daya Beli Melemah, Pembudidaya Ikan di Kubar Kesulitan Pasarkan Hasil Panen

  • 20 Sep 2026 05:32 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Pembudidaya ikan di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) kini menghadapi tantangan pemasaran di tengah menurunnya daya beli masyarakat. Masalahnya, ikan hasil budidaya yang sudah layak dipanen, tidak seluruhnya terserap pasar.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Pemkab Kubar, Lely, mengatakan kondisi pasar saat ini turut dikeluhkan para pembudidaya. Selain menghadapi kematian ikan, pembudidaya juga kesulitan menjual ikan yang masih dalam kondisi layak konsumsi.

“Pembudidaya mengeluh, mereka tidak bisa jual ikannya. Ikannya sudah layak dijual, cuma tidak ada yang membeli,” kata Lely, Sabtu 19 September 2026.

Menurut Lely, menurunnya permintaan membuat harga ikan ikut mengalami penurunan. Kondisi tersebut semakin menambah beban pembudidaya karena di sisi lain mereka harus menghadapi risiko kerugian akibat kematian ikan selama kondisi cuaca kurang mendukung.

Lely mengatakan, berkurangnya permintaan ikan tidak sepenuhnya disebabkan oleh musim kemarau. Fenomena tersebut juga berkaitan dengan kondisi pasar dan menurunnya daya beli masyarakat.

“Pasar sekarang menurun. Daya beli masyarakat pun sekarang menurun,” ucap Lely.

Dinas Perikanan menyarankan pembudidaya melakukan panen untuk mengurangi risiko kerugian apabila ikan terus mengalami kematian. Namun, pembudidaya masih menghadapi persoalan lain karena hasil panen tersebut membutuhkan pasar yang mampu menyerap ikan dalam jumlah besar.

Lely mengatakan kondisi tersebut menjadi dilema bagi pembudidaya. Di satu sisi ikan perlu segera dipanen untuk menghindari kerugian lebih besar, namun di sisi lain permintaan pasar sedang melemah sehingga ikan hasil panen belum tentu seluruhnya dapat terjual.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....