Kenaikan Harga BBM, Ongkos Angkut Sembako ke Kubar Tembus Rp6 Juta
- 06 Mei 2026 13:57 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Kenaikan biaya distribusi akibat bahan bakar minyak (BBM) mulai dirasakan dalam penyaluran bahan pokok ke Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM) Kubar, Oktarinus, mengatakan lonjakan biaya angkut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga barang di pasaran.
“Kami tanya ke pedagang, yang mereka tahu ini imbas dari kenaikan BBM non subsidi seperti dexlite itu. Jadi biaya angkutnya yang buat barang ini melonjak naik,” kata Oktrarinus, Rabu 6 Mei 2026.
Ia menjelaskan, meskipun solar subsidi belum mengalami kenaikan harga, namun ketersediaannya di lapangan terbatas bahkan tergolong langka, karena sulit didapatkan di SPBU maupun APMS.
“Untuk solar subsidi itu memang belum ada naik, tapi barangnya langka. Kalau mereka mau cari di SPBU atau APMS, barang itu tidak ada,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat pelaku distribusi beralih menggunakan bahan bakar jenis dexlite yang memiliki harga lebih tinggi. Dampaknya, biaya angkut barang dari Samarinda ke Kubar mengalami kenaikan signifikan.
“Itu yang buat ongkos angkutnya dari Samarinda ke Kubar. Untuk satu ret itu, dulu biayanya Rp4 juta, sekarang jadi Rp6 juta, ada selisih sekitar 2 juta naiknya,” ucap Oktarinus.
Karena itu para pelaku usaha, baik agen, pedagang besar, maupun pengecer, diimbau agar tidak menaikkan harga kebutuhan pokok secara berlebihan di tengah kondisi kenaikan biaya distribusi yang terjadi saat ini.
“Kita menyarankan kepada pihak agen, toko atau penjual, supaya tidak menaikkan harga terlalu signifikan. Naikkan sewajarnya karena ini imbasnya ke Masyarakat. Kalau daya beli menurun, ya ujungnya ke pedagang juga kan,” ujar Oktarinus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....