Dinkes Kubar Pantau Kualitas Udara hingga Rumah Warga

  • 01 Sep 2026 17:58 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat (Kubar), memperluas pemantauan kualitas udara di tengah kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah. Pengukuran dilakukan melalui Puskesmas dengan menyasar sejumlah lokasi yang menjadi ruang aktivitas masyarakat.

Pemantauan tidak berhenti di lingkungan fasilitas kesehatan. Petugas juga melakukan pemeriksaan kondisi udara di sekolah, permukiman masyarakat hingga rumah warga, sehingga perubahan kualitas udara dapat diketahui pada tingkat lingkungan.

“Di Puskesmas itu juga mereka punya alat pendeteksi kualitas udara, jadi mereka juga melaksanakan pendeteksian kualitas udara di masyarakat, di sekolah, di rumah masyarakat,” kata Sekretaris Dinkes Kubar, Barnabas, Selasa 1 September 2026.

Menurut Barnabas, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kondisi udara berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Perbedaan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk arah angin dan kedekatan suatu kawasan dengan lokasi kebakaran.

Wilayah yang berada lebih dekat dengan sumber asap cenderung mengalami paparan lebih tinggi. Sementara sejumlah daerah lainnya tidak mengalami kondisi separah kawasan yang terdampak langsung pergerakan asap.

“Bervariasi memang, bervariasi kalau yang kita di Kubar ini kemarin itu sangat pekat dan bahkan hitam berbahaya, itu ada dari beberapa Puskesmas juga sama, tapi ada juga puskesmas yang laporannya tidak berbahaya” ujarnya.

Tambah Barnabas, pemantauan kualitas udara tersebut menjadi bagian dari langkah deteksi dini Dinas Kesehatan Kubar. Hasil pengukuran dapat menjadi bahan untuk melihat kondisi lingkungan sekaligus dibandingkan dengan laporan kesehatan dari Puskesmas di masing-masing wilayah.

Dinas Kesehatan juga memiliki Tim Gerak Cepat dan Tim Penyelidikan Epidemiologi yang memantau perkembangan penyakit masyarakat. Apabila ditemukan peningkatan penyakit atau muncul penyakit yang sebelumnya tidak ditemukan di suatu wilayah.

“Nanti petugas akan melakukan penyelidikan di lokasi kejadian,” ucapnya.

Di tengah kondisi udara yang berubah-ubah, masyarakat diminta tetap membatasi paparan asap dan debu. Penggunaan masker saat berada di luar rumah serta perhatian terhadap kondisi kesehatan anak-anak, lansia dan ibu hamil menjadi langkah yang dianjurkan selama kualitas udara belum kembali membaik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....