Lonjakan Signifikan Harga Pangan Terjadi di Long Apari

  • 01 Sep 2026 18:01 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Mahulu - Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur, turut terdampak musim kemarau yang menyebabkan debit air Sungai Mahakam menurun dan sejumlah bagian alur sungai mengalami pendangkalan. Kondisi tersebut berakibat terhadap mobilitas masyarakat karena Sungai Mahakam menjadi salah satu akses vital sekaligus moda transportasi utama yang menghubungkan sejumlah wilayah di kawasan perbatasan Kalimantan Timur.

Sekretaris Kecamatan Long Apari, Tasong Saung mengatakan bahwa akses jalan darat saat ini menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat karena distribusi logistik dan bahan pangan hanya dapat menjangkau wilayah Kecamatan Long Pahangai. Setelah itu, pengangkutan menuju Long Apari harus dilanjutkan melalui jalur sungai dengan menggunakan armada berkapasitas lebih kecil agar dapat melewati bagian sungai yang dangkal.

“Warga Long Apari sangat membutuhkan akses jalan darat, sehingga distribusi logistik tidak lagi bergantung pada transportasi sungai yang terbatas banjir dan kemarau,” kata Tasong, Selasa, 1 September 2026.

Kondisi tersebut membuat proses distribusi membutuhkan lebih banyak armada dan waktu tempuh yang lebih panjang. Keterbatasan kapasitas angkut juga meningkatkan biaya transportasi karena barang harus dipindahkan dan diangkut secara bertahap menuju wilayah Kecamatan Long Apari, yang kemudian berimbas terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok di tingkat masyarakat.

Dampak terhadap distribusi terlihat dari tingginya harga sejumlah kebutuhan masyarakat. Harga beras premium ukuran 25 kilogram di wilayah Long Apari telah mencapai sekitar Rp1 juta per sak, sedangkan harga Pertalite eceran berada di kisaran Rp35 ribu per liter. Kenaikan tersebut turut dipengaruhi keterbatasan pasokan dan tingginya biaya pengangkutan akibat kondisi jalur transportasi.

“Semua barang kebutuhan masyarakat serba mahal. Ini akibat ongkos angkut yang tinggi pada musim kemarau seperti sekarang,” ujarnya.

Perbaikan dan pengembangan akses jalan darat menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap jalur sungai, terutama bagi masyarakat Kecamatan Long Apari yang menghadapi kendala mobilitas dan distribusi logistik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....