Warga Mahulu Manfaatkan Surutnya Sungai Mahakam untuk Ambil Material

  • 31 Agt 2026 20:29 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Mahakam Ulu – Musim kemarau yang menyebabkan debit Sungai Mahakam menurun justru dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan material pembangunan. Salah satunya dengan mengambil pasir dan sertu yang digunakan untuk berbagai proyek pemerintah maupun pembangunan pribadi.

Salah seorang warga, Usnadi, mengatakan kondisi sungai yang surut membuat pengambilan material lebih mudah dibandingkan saat musim penghujan. Aktivitas tersebut juga menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat yang mendapat pesanan dari kontraktor maupun pihak pribadi.

“Kalau kemarau, air bagus, banyak orang dapat uang. Dari emas, dari pasir, semua dapat. Kalau musim penghujan, tidak bisa kita ambil material,” ujar Usnadi, Senin 31 Agustus 2026.

Dalam sehari, Usnadi mengaku dapat mengambil sekitar 8 hingga 10 meter kubik sertu, tergantung jumlah pesanan. Sementara itu, hasil pengambilan pasir dapat mencapai sekitar 12 hingga 14 meter kubik per hari apabila kondisi memungkinkan.

Material yang diperoleh kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan, baik proyek pemerintah maupun pembangunan pribadi. Harga sertu di lokasi pengambilan disebut mencapai sekitar Rp250 ribu per meter kubik, sedangkan biaya pengangkutan bervariasi, tergantung jarak.

Menurut Usnadi, aktivitas pengambilan material mulai kembali ramai setelah sebelumnya pada Juli kondisi proyek relatif sepi. Memasuki Agustus, pesanan material mulai meningkat sehingga pekerjaan dapat dilakukan hampir setiap hari.

Aktivitas tersebut menjadi salah satu cara masyarakat memanfaatkan kondisi Sungai Mahakam yang surut selama musim kemarau sekaligus memenuhi kebutuhan material untuk pembangunan di wilayah Mahakam Ulu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....