Kemarau, Transportasi Sungai di Mahakam Ulu Mulai Terganggu

  • 31 Agt 2026 10:13 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Mahakam Ulu – Kondisi kemarau yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak terhadap jalur transportasi sungai di Kabupaten Mahakam Ulu. Minimnya curah hujan menyebabkan debit Sungai Mahakam menurun dan memicu pendangkalan di sejumlah titik.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mahakam Ulu, Agus Darmawan, mengatakan kondisi tersebut mulai menyulitkan pergerakan transportasi air, baik untuk mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik.

“Karena beberapa minggu tidak hujan, otomatis terjadi pendangkalan di titik-titik tertentu. Speedboat agak susah melintas, terutama di beberapa titik di Long Apari. Hanya CES saja yang bisa lewat,” ujar Agus Darmawan, Minggu 30 Agustus 2026.

Menurutnya, meskipun sejumlah jalur masih dapat dilalui dengan menyesuaikan kemampuan mesin perahu, kondisi pendangkalan tetap meningkatkan risiko terganggunya transportasi air. Masyarakat yang menggunakan jalur sungai diminta meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi potensi kecelakaan.

Agus mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak, untuk berhati-hati dalam melakukan aktivitas selama musim kemarau. Warga yang membuka lahan juga diminta tidak sembarangan melakukan pembakaran karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, masyarakat yang menggunakan transportasi air diminta memperhatikan kondisi sungai, terutama pada titik-titik yang mengalami pendangkalan.

BPBD Mahakam Ulu berharap pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dapat mempercepat pembangunan akses jalan darat, khususnya menuju Kecamatan Long Apari. Menurutnya, keberadaan akses darat yang memadai dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap transportasi sungai, terutama saat kondisi kemarau.

Agus menambahkan, pembangunan jalan darat juga diharapkan dapat membantu kelancaran distribusi logistik dan mengurangi dampak gangguan transportasi sungai terhadap masyarakat

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....