PPA Kubar Didorong Perkuat Perlindungan Anak

  • 30 Agt 2026 16:05 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Keberadaan 29 organisasi Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), diharapkan semakin memperkuat upaya perlindungan anak di tingkat masyarakat.

Bupati Kubar, Frederick Edwin, mengatakan keberadaan PPA menjadi salah satu kekuatan dalam membangun lingkungan yang mampu memberikan perlindungan sekaligus ruang tumbuh bagi anak.

Menurutnya, perlindungan anak tidak dapat hanya dilakukan pemerintah. Peran keluarga, sekolah, tokoh agama, organisasi masyarakat dan komunitas yang bergerak di bidang perlindungan anak juga sangat dibutuhkan.

“Perlindungan dan pemenuhan hak anak merupakan tanggung jawab kita bersama,” kata Frederick Edwin, Minggu 30 Agustus 2026.

Ia mengatakan anak-anak membutuhkan lingkungan yang aman dan positif agar dapat tumbuh sesuai dengan tahap perkembangannya. Pendampingan juga diperlukan untuk membantu anak menghadapi berbagai pengaruh yang muncul di lingkungan sekitar.

Edwin menilai, perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi menjadi salah satu tantangan dalam perlindungan anak. Anak dapat menerima berbagai informasi dengan cepat, baik yang memberikan dampak positif maupun negatif.

Karena itu, orang tua tidak boleh melepas pendampingan terhadap anak. Komunikasi antara orang tua dan anak perlu dibangun agar setiap persoalan yang dihadapi anak dapat diketahui dan ditangani sejak awal.

Selain keluarga, peran sekolah juga dinilai penting dalam membentuk karakter anak. Guru diharapkan tidak hanya memberikan pendidikan akademik, tetapi turut memberikan pendampingan serta membantu menciptakan lingkungan belajar yang aman.

Edwin juga meminta tokoh agama dan masyarakat ikut memberikan penguatan nilai moral dan keagamaan kepada anak. Hal tersebut dinilai penting untuk membentengi anak dari berbagai pengaruh negatif.

Keberadaan 29 PPA se-Kutai Barat diharapkan dapat memperluas gerakan perlindungan anak hingga ke lingkungan masyarakat. Organisasi tersebut juga dapat menjadi bagian dari upaya mencegah berbagai persoalan yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak.

Ditambahkan, perlindungan anak harus berjalan bersamaan dengan upaya memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan kemampuan dan bakatnya.

“Ciptakan lingkungan yang aman dan positif agar setiap anak dapat mengembangkan bakat sesuai potensi yang dimiliki,” katanya.

Ia berharap sinergi antara PPA, pemerintah, keluarga, sekolah, tokoh agama dan masyarakat semakin kuat. Dengan kolaborasi tersebut, berbagai persoalan yang berkaitan dengan anak diharapkan dapat dicegah dan ditangani secara lebih cepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....