Timun Jadi Komoditas Andalan Petani di Kampung Jaras
- 30 Jul 2026 07:05 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Timun menjadi salah satu komoditas hortikultura yang paling diandalkan petani di Kampung Jaras, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat (Kubar).
Selain memiliki masa panen yang singkat, tanaman ini dinilai mampu memberikan hasil yang cukup baik apabila harga di pasaran sedang tinggi.
Petani Kampung Jaras, Wagito, mengatakan dirinya memilih menanam berbagai jenis sayuran, seperti cabai, kacang panjang, tomat, dan timun. Namun, timun menjadi salah satu komoditas yang paling disukainya karena dapat dipanen sekitar 35 hari setelah tanam.
“Kalau aku itu biasanya timun. Timun itu satu bulan lima hari, sekitar 35 hari sudah panen. Itu yang aku suka,” kata Wagito, Rabu 29 Juli 2026.
Meski memiliki masa panen yang cepat, timun juga menyimpan risiko yang cukup besar. Menurut Wagito, harga jual sangat bergantung pada jumlah pasokan di pasar. Ketika produksi melimpah, harga dapat turun drastis hingga hanya Rp1.000 sampai Rp2.000 per kilogram.
Sebaliknya, apabila stok di pasaran mulai berkurang, harga timun bisa kembali meningkat hingga sekitar Rp7.000 sampai Rp8.000 per kilogram. Kondisi tersebut membuat petani harus cermat menentukan waktu tanam agar dapat memperoleh harga yang lebih menguntungkan.
“Kalau sayur itu istilahnya kita harus berani spekulasi. Kalau kurang, harganya bisa naik. Tapi kalau banyak, bisa sampai Rp1.000 per kilo,” ujarnya.
Ia menambahkan, ketika harga anjlok, sebagian pedagang memilih tidak membeli hasil panen petani. Akibatnya, sebagian timun yang tidak terserap pasar dimanfaatkan sebagai pakan ternak agar tidak terbuang percuma.
Karena itu petani harus mampu mengatur pola tanam sesuai kebutuhan pasar sehingga produksi tetap terjaga tanpa menyebabkan kelebihan pasokan. Keseimbangan antara produksi dan permintaan akan membantu menjaga stabilitas harga di pasaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....