Pemkab Mahulu Perluas Vaksinasi Hewan Antisipasi Penyebaran Kasus Rabies

  • 29 Jul 2026 14:47 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Mahulu - Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) memperluas pelaksanaan vaksinasi hewan penular rabies (HPR) setelah ditemukannya kasus positif rabies pada seekor anjing liar di Kampung Ujoh Bilang. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memutus rantai penyebaran penyakit sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman rabies.

Kasus rabies tersebut terkonfirmasi berdasarkan hasil uji laboratorium pada 15 Juni 2026. Seekor anjing liar di RT 05 Kampung Ujoh Bilang dinyatakan positif rabies setelah sebelumnya dilaporkan menggigit empat warga sebelum akhirnya berhasil ditangani oleh petugas.

Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk mengatakan pemerintah daerah segera mengambil langkah penanganan untuk mencegah penyebaran virus rabies ke wilayah lain. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan instansi terkait, termasuk pelaksanaan vaksinasi terhadap hewan penular rabies.

"Kewaspadaan terhadap rabies perlu terus diperkuat menyusul hasil uji laboratorium pada 15 Juni 2026 yang menyatakan seekor anjing liar di RT 05 Kampung Ujoh Bilang positif rabies. Anjing tersebut diketahui sempat menggigit empat warga sebelum akhirnya dilakukan penanganan," kata Suhuk, Rabu, 29 Juli 2026.

Menurutnya, pengendalian rabies memerlukan keterlibatan semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Selain vaksinasi, masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan hewan yang menunjukkan gejala rabies atau terjadi kasus gigitan hewan penular rabies.

Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu bersama instansi terkait terus memperluas cakupan vaksinasi di sejumlah kampung sebagai langkah pencegahan. Program tersebut diharapkan mampu membentuk kekebalan pada populasi hewan penular rabies sehingga risiko penularan kepada manusia dapat ditekan.

"Pemerintah daerah bersama instansi terkait telah mengambil langkah cepat melalui vaksinasi hewan penular rabies. Hingga saat ini sebanyak 763 dosis vaksin telah diberikan, dan cakupan vaksinasi akan terus diperluas ke sejumlah kampung," ujarnya.

Selain vaksinasi, pemerintah juga mengintensifkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya rabies, pentingnya vaksinasi hewan peliharaan, serta prosedur penanganan apabila terjadi gigitan hewan yang diduga terinfeksi rabies. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah penyebaran penyakit.

Pemkab Mahakam Ulu berharap perluasan vaksinasi dan meningkatnya partisipasi masyarakat dapat mempercepat pengendalian rabies di daerah. Melalui kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dokter hewan, dan masyarakat, penyebaran rabies diharapkan dapat dicegah sehingga kesehatan masyarakat tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....