PT TMM Bangun Infrastruktur Pendukung Proyek PLTA Batoq Kelo

  • 27 Jul 2026 10:14 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Mahulu – PT Tujuan Mulia Makmur (PT TMM) sebagai kontraktor pelaksana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batoq Kelo tidak hanya membangun fasilitas pembangkit listrik, tetapi juga menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung. Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperlancar konektivitas sekaligus menunjang aktivitas masyarakat di wilayah perbatasan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Direktur Keuangan PT TMM, City Jamiah mengatakan setelah pembangunan PLTA Batoq Kelo rampung, pengoperasian pembangkit akan dilakukan oleh PT TMM selama 30 tahun. Selanjutnya, aset tersebut akan diserahkan kepada PT PLN (Persero) untuk dikelola sebagai bagian dari aset negara.

"Setelah selesai dibangun, PLTA Batoq Kelo akan dioperasikan oleh PT Tujuan Mulia Makmur selama 30 tahun. Setelah masa kerja sama berakhir, pembangkit tersebut akan diserahkan kepada PT PLN (Persero) sebagai aset negara untuk selanjutnya dikelola oleh perusahaan tersebut," kata City Jamiah, Senin, 27 Juli 2026.

Selain membangun pembangkit listrik, PT TMM juga mengembangkan infrastruktur pendukung berupa jalan sepanjang 122 kilometer yang akan menghubungkan wilayah Kalimantan Timur dengan Kalimantan Utara. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas kawasan sekaligus mendukung kelancaran distribusi logistik.

Pengembangan infrastruktur juga mencakup pembangunan 54 jembatan di sepanjang jalur tersebut. Salah satu konstruksi utama yang akan dibangun adalah jembatan sepanjang 120 meter yang melintasi Sungai Mahakam sebagai penghubung antarkawasan.

Menurut City Jamiah, pembangunan infrastruktur pendukung menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proyek PLTA Batoq Kelo. Kehadiran jalan dan jembatan diharapkan memberikan manfaat tidak hanya bagi pelaksanaan proyek, tetapi juga bagi mobilitas masyarakat setelah pembangunan selesai.

"Pembangunan jalan dan jembatan ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan yang mendukung proyek PLTA. Infrastruktur tersebut diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Proyek PLTA Batoq Kelo merupakan salah satu proyek strategis yang diharapkan memperkuat pasokan energi sekaligus membuka akses wilayah yang selama ini masih terbatas. Pembangunan infrastruktur pendukung juga diproyeksikan menjadi katalis bagi pertumbuhan investasi dan pemerataan pembangunan di kawasan perbatasan.

Melalui pembangunan pembangkit listrik beserta jaringan infrastruktur pendukungnya, PT TMM menargetkan proyek PLTA Batoq Kelo dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, meningkatkan konektivitas Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, serta mendukung pembangunan nasional di sektor energi dan transportasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....