Diskominfo Kubar Dorong Literasi Digital untuk Ciptakan Ruang Siber Sehat
- 03 Jun 2026 15:57 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus mendorong penguatan literasi digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kubar, Sapri, mengatakan upaya tersebut dilakukan untuk menciptakan ruang siber yang sehat, aman, dan produktif bagi masyarakat.
Kata dia, perkembangan internet dan media sosial telah membuka banyak peluang bagi masyarakat dalam mengakses informasi, berkomunikasi, hingga mengembangkan berbagai aktivitas ekonomi. Namun, kemajuan tersebut juga diikuti berbagai tantangan yang perlu diantisipasi bersama.
Menurut Sapri, berdasarkan pemetaan ruang digital yang dilakukan Diskominfo Kubar, masih ditemukan berbagai pelanggaran digital seperti penyebaran hoaks, doxxing atau penyebaran data pribadi, cyberbullying, hingga konten yang mengandung unsur provokasi dan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
“Program literasi digital yang dijalankan oleh Diskominfo Kubar merupakan langkah strategis untuk membangun ruang siber yang sehat, aman, dan produktif,” kata Sapri, Rabu 3 Juni 2026.
Sapri menjelaskan, program tersebut dijalankan melalui berbagai kegiatan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. Antara lain sosialisasi literasi digital di lingkungan pendidikan, pembinaan komunitas dan pengelola media sosial.
Kemudian patroli siber untuk memantau penyebaran konten negatif, serta peningkatan kompetensi digital aparatur pemerintah hingga tingkat kampung dan desa.
Literasi Digital Sangat Krusial Untuk Melindungi Masyarakat
Menurutnya, upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memahami, menyaring, dan memanfaatkan informasi yang diperoleh melalui internet secara bijak dan bertanggung jawab.
“Literasi digital menjadi sangat krusial saat ini untuk melindungi masyarakat agar tidak menjadi korban penipuan digital atau kejahatan siber,” ujarnya.
Selain melindungi masyarakat dari berbagai risiko di dunia maya, program literasi digital juga bertujuan membangun budaya bermedia yang lebih bertanggung jawab. Sebab penyebaran informasi yang tidak terverifikasi juga dapat memicu kesalahpahaman hingga konflik sosial di tengah masyarakat.
Sapri menambahkan, literasi digital tidak hanya berfokus pada pencegahan dampak negatif internet, tetapi juga mendorong masyarakat memanfaatkan teknologi secara produktif untuk meningkatkan kualitas hidup.
“Literasi digital juga bertujuan mendorong masyarakat memanfaatkan internet untuk hal produktif, seperti peningkatan ekonomi dan efisiensi layanan publik terpadu,” kata Sapri.
Masyarakat Diajak Jadi Pengguna Internet yang Cerdas
Menurutnya, internet dapat menjadi sarana yang efektif untuk mendukung kegiatan usaha, memperluas akses informasi, serta mempermudah masyarakat memperoleh berbagai layanan publik berbasis teknologi yang terus dikembangkan pemerintah daerah.
Karena itu, Diskominfo Kubar terus mengajak masyarakat untuk menjadi pengguna internet yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab, sekaligus mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana yang memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
“Gunakanlah media digital dengan prinsip, ‘posting yang penting, bukan yang penting posting’. Jadilah pengguna internet yang sehat, positif, serta membawa manfaat bagi kemajuan Kutai Barat,” ucap Sapri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....