Program Sawit Rakyat di Kubar Tak Merata, Ini Penyebabnya
- 02 Mei 2026 16:27 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Anggota DPRD Kutai Barat (Kubar), Potit, menjelaskan program pengembangan sawit rakyat yang dijalankannya belum bisa diterapkan secara merata di seluruh wilayah Kubar, terutama di daerah pemilihan (Dapil) satu.
Menurutnya, kondisi geografis dan keterbatasan lahan menjadi salah satu faktor utama yang membuat program tersebut hanya difokuskan di beberapa kampung tertentu.
“Program ini saya lakukan di sejumlah kampung. Ini tidak bisa merata karena seperti di Barong Tongkok, ini untuk sawit tidak bisa kita tanam karena lokasinya tidak ada,” kata Potit, Sabtu 2 Mei 2026.
Selain faktor lahan, ia menyebut sejumlah wilayah juga sudah didominasi area Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan perkebunan, sehingga ruang bagi kelompok tani menjadi terbatas.
“Kalau kampung-kampung sudah didominasi dengan tanaman sawit perusahaan atau jadi HGU, otomatis tidak bisa kita berikan peluang kelompok tani di sana,” ujarnya.
Potit mengatakan, saat ini program sawit rakyat yang dilaksanakannya sudah berjalan di sejumlah kampung di sejumlah kecamatan diantaranya, Kecamatan Nyuatan, Damai, dan Tering.
“Program itu sudah berjalan di Terajuq, Sembuan, Lakan Bilem dan Temula Kecamatan Nyuatan. Kemudian sejumlah kampung di Kecamatan Damai dan Kecamatan Tering,” ucapnya.
Ia menegaskan, pelaksanaan program tetap disesuaikan dengan potensi wilayah dan kesiapan kelompok tani di masing-masing kampung. Pendekatan tersebut dilakukan agar bantuan yang diberikan benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat secara maksimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....