Pentas Seni TBS Ajak Seniman Lestarikan Budaya di tengah Arus Teknologi

  • 07 Sep 2026 07:31 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Bupati Kutai Barat, Frederik Edwin, secara resmi membuka rangkaian Pembukaan Pementasan Pesona Seni Sendawar Tahun 2026 yang berlangsung di UPT. Taman Budaya Sendawar, Sabtu 5 September 2026 malam.

Acara yang mengusung semangat pelestarian seni dan budaya lokal ini merupakan hasil kolaborasi antara UPT. Taman Budaya Sentawar di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat bersama Perkumpulan Asosiasi Seni Kabupaten Kutai Barat (PAS KKB), sebagai bagian dari implementasi Program Pelindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Objek Pemajuan Kebudayaan.

Bupati Kutai Barat Frederik Edwin menegaskan bahwa seni dan budaya merupakan bagian penting dari identitas dan jati diri masyarakat Kutai Barat. Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada Perkumpulan Asosiasi Seni Kabupaten Kutai Barat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pariwisata, UPT. Taman Budaya Sendawar, para seniman, sanggar seni, dan komunitas yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut.

"Kami selaku Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi kegiatan pentas seni ini, karena seni dan budaya merupakan bagian penting dari identitas dan jati diri masyarakat Kutai Barat," ucap Bupati.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan saat ini tercatat ada 99 sanggar seni aktif di Kabupaten Kutai Barat, dan angka tersebut belum termasuk sanggar-sanggar baru yang terus bermunculan. Menurutnya, hal ini menjadi bukti nyata bahwa potensi dan kreativitas seni di daerah sangat besar dan perlu terus mendapatkan ruang untuk berkembang.

Frederik Edwin juga menyampaikan pesan penting bagi para seniman dan masyarakat Kutai Barat yakni jadikan Pentas Seni Sendawar sebagai wadah apresiasi dan ekspresi, dengan memberi ruang seluas-luasnya bagi seniman dan generasi muda untuk menampilkan karya, meningkatkan kreativitas, dan membangun kepercayaan diri. Dan Lestarikan seni dan budaya Kutai Barat secara bersama-sama.

Selain itu juga mengingatkan agar perkembangan zaman dan teknologi tidak justru membuat generasi muda semakin jauh dari budaya daerah, melainkan dimanfaatkan untuk memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan seni budaya Kutai Barat kepada masyarakat yang lebih luas. Serta Perkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, seniman, sanggar, komunitas, sekolah, masyarakat, dan dunia usaha dalam menciptakan ruang-ruang kreatif bagi perkembangan seni dan budaya di Kutai Barat.

Bupati Frederick Edwin berharap pementasan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga sarana mempererat tali persaudaraan, merawat persatuan, sekaligus menggerakkan roda perekonomian kreatif lokal di sekitar kawasan Taman Budaya Sentawar.

Malam pementasan dimeriahkan oleh sejumlah penampil dari sanggar-sanggar seni lokal, di antaranya Sanggar Seni Sempekat Peluatn, Sanggar Seni Papatn Puti, Sanggar Seni Seroyoq, Alunan musik tradisional Sapeq oleh Iyo Sapeq dan Penampilan lagu Rijoq oleh Nofri dan Eci.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....