Ketua TGM Alsiyus: Masyarakat Kutai Barat Tidak Pernah Tolak UAS

  • 06 Jul 2026 14:38 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID – Kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS) di Kabupaten Kutai Barat pada 3-4 Juli 2026 untuk menghadiri sejumlah rangkaian kegiatan keagamaan berlangsung khidmat dan lancar, meski sempat diwarnai isu pengadangan.

Ketua Taruna Gharda Mandiri (TGM) Kutai Barat, Alsiyus, menegaskan bahwa masyarakat Kutai Barat secara luas menyambut baik kedatangan UAS. Ia mengklarifikasi terkait insiden pengadangan di Bandara Melalan tidak menimpa kendaraan yang ditumpangi UAS, melainkan kendaraan tim penjemputan.

"Pak Ustaz Abdul Somad dijemput dan dikawal langsung oleh Kapolres serta Dandim hingga tiba di penginapan dengan selamat. Yang dihadang bukan mobil beliau, tetapi beberapa kendaraan tim penjemputan, termasuk mobil pribadi saya," ujar Alsiyus di Sekretariat TGM, Senin 6 Juli 2026.

Menurut Alsiyus, penyambutan UAS sejatinya berjalan normal dengan dukungan dari unsur Forkopimda, Dewan Adat, serta organisasi keagamaan seperti FKUB dan BAMAG. Ia menilai, keberatan yang muncul hanyalah segelintir aspirasi oknum tertentu yang tidak mewakili suara mayoritas warga Kutai Barat.

Tabligh Akbar Penuhi Masjid Islamic Center

Di hari yang sama, rangkaian kunjungan UAS memuncak pada Tabligh Akbar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Halaman Masjid Islamic Center, Melak. Sebanyak 5.000 jamaah dari berbagai kalangan memadati lokasi untuk mengikuti tausiah.

Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani, yang hadir mewakili bupati, menekankan bahwa momentum Tahun Baru Islam harus dimaknai sebagai upaya memperbaiki kualitas iman dan komitmen membangun daerah.

"Pembangunan fisik tidak akan berarti tanpa pembangunan mental dan spiritual. Pemerintah terus berkomitmen mendukung kegiatan keagamaan guna memperkuat karakter masyarakat," ujarnya.

Dalam tausiahnya, UAS mengajak seluruh masyarakat memaknai hijrah sebagai langkah perubahan menuju akhlak yang lebih baik. Ia berpesan agar umat Islam tidak tercerai-berai dan tetap menjaga persatuan.

"Hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi transisi dari akhlak buruk menuju akhlak mulia, dan dari perpecahan menuju persaudaraan," ujar UAS di hadapan ribuan jamaah.

Kunjungan UAS ke Kutai Barat yakni dalam rangka peringatan Harlah ke-34 Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning yang turut dihadiri Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar.

Hingga rombongan kembali, seluruh rangkaian kegiatan di "Bumi Tanaa Purai Ngeriman" berjalan tertib, aman, dan penuh kekhusyukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....