Menag Ajak Masyarakat Utamakan Persamaan dalam Dialog Kebangsaan
- 06 Jul 2026 06:02 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan dengan lebih mengedepankan persamaan dibandingkan perbedaan.
Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri Dialog Kebangsaan yang digelar di Pondok Pesantren Assalam, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Sabtu 4 Juli 2026.
Dialog tersebut diikuti santri, tokoh agama, unsur pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Dalam suasana penuh keakraban, Menteri Agama menekankan bahwa keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama.
Ia menilai kehidupan berbangsa akan berjalan lebih baik jika masyarakat membangun titik temu dan saling menghormati.
“Mari kita menekankan aspek persamaan, jangan menekankan aspek perbedaan,” kata Nasaruddin Umar.
Menurutnya, setiap kelompok tentu memiliki pandangan dan tradisi yang berbeda. Namun, perbedaan itu tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menjauh atau mempertentangkan satu sama lain.
Ia mengingatkan bahwa bangsa Indonesia dibangun di atas semangat persaudaraan dan gotong royong.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga berbicara mengenai pentingnya menghadirkan kebijaksanaan dalam menyikapi persoalan kehidupan. Kecerdasan tanpa kearifan sering kali tidak cukup untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat.
“Orang yang suka mencari kelemahan orang lain pertanda masih harus belajar. Tapi kalau orang yang sudah tidak menyalahkan orang lain, tidak juga menyalahkan diri sendiri, dia menyelesaikan persoalan tanpa menepuk dada, maka orang itu sudah selesai belajar,” ujarnya.
Ia menilai sikap arif akan membuat seseorang lebih mampu memahami keadaan, mengendalikan emosi, dan mencari jalan keluar yang membawa kebaikan bersama.
Karena itu, pendidikan karakter perlu terus diperkuat, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun lembaga keagamaan.
“Orang arif, orang pintar di Indonesia banyak, tapi orang arifnya yang masih perlu kita perbanyak. Pesantren itu melahirkan orang arif dan sekaligus orang pintar,” ucap Nasaruddin Umar.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat persatuan, toleransi, dan kebijaksanaan semakin tumbuh di tengah masyarakat, sehingga keberagaman dapat menjadi modal untuk membangun daerah dan bangsa secara bersama-sama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....