Bupati Kutai Barat Iringi Pemakaman Sang Pionir Rama Alexander Asia
- 12 Apr 2026 19:59 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Samarinda – Suasana haru menyelimuti Nurussalam Memorial Park, Sungai Siring, Samarinda pada Minggu siang, 12 April 2026. Di bawah langit yang teduh, keluarga dan masyarakat Kutai Barat melepas kepergian putra daerah terbaiknya, Ir. Rama Alexander Asia, yang berpulang pada usia 81 tahun.
Di antara kerumunan pelayat, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin hadir langsung untuk memberikan penghormatan terakhir. Kehadiran Frederick bukan sekadar formalitas keprotokolan, ia mengikuti seluruh rangkaian prosesi pemakaman dan menyimak setiap tata ibadah dengan khidmat.
Jejak Pengabdian Sang Nakhoda
Bagi Frederick Edwin dan warga Kutai Barat, almarhum bukan sekadar nama dalam catatan birokrasi. Rama Alexander Asia adalah nakhoda yang memegang kemudi saat kabupaten ini baru saja mekar dan belajar berdiri sebagai daerah otonom pada tahun 1999.
"Almarhum merupakan pionir pembangunan sekaligus Bupati pertama pilihan rakyat pasca-pemekaran," ujar Frederick Edwin dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa pada masa-masa awal yang penuh tantangan, almarhumlah yang meletakkan pondasi pembangunan serta menentukan arah kebijakan daerah.
Rama Asia memulai masa jabatan sebagai Penjabat Bupati (1999-2001) hingga akhirnya dipercaya rakyat untuk mengemban amanah sebagai Bupati definitif pertama (2001-2006), berpasangan dengan Ismail Thomas, yang juga ayah dari Frederick Edwin.
Frederick mengenang almarhum sebagai pemimpin yang memiliki visi kuat, terutama dalam memajukan wilayah pedalaman Kalimantan Timur. Langkah-langkah pembangunan yang dirintis dua dekade silam kini menjadi dasar perkembangan pesat yang dinikmati masyarakat Kutai Barat hingga saat ini.
"Wafatnya almarhum merupakan kehilangan besar. Namun, dedikasi dan pengabdian beliau akan selalu menjadi bagian penting dalam sejarah perjalanan daerah serta menjadi teladan bagi kita semua," ucap Edwin di hadapan keluarga besar almarhum, termasuk Ibu Eva Rama Asia.
Doa di Peristirahatan Terakhir
Saat prosesi memasuki tahap akhir, doa-doa dipanjatkan agar sang pionir mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan. Frederick menutup sambutannya dengan nada haru namun penuh ketegasan, menyampaikan harapan agar keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi kekuatan dan penghiburan.
“Kita berdoa agar beliau senantiasa diberikan terang jalan dalam kepulangannya menuju Rumah Bapa di Surga,” ucapnya.
Kutai Barat tidak hanya melepas seorang mantan pemimpin, tetapi juga menghormati jejak langkah seorang pejuang pembangunan yang namanya akan terus terpatri di setiap sudut Bumi Sendawar.
Diberitakan sebelumnya, almarhum Rama Asia wafat pada Jumat 10 April 2026, sekitar pukul 09.00 WITA saat menjalani perawatan di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda.
Perwakilan keluarga, Sofyandi, menyebut kondisi kesehatan almarhum memang telah menurun dan sempat menjalani perawatan sekitar dua pekan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....