Ikan Kendia Diasinkan, Harga Jual Lebih Tinggi

  • 29 Agt 2025 06:01 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Sendawar: Ikan kendia merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang melimpah di perairan Sungai Mahakam, khususnya di wilayah Kutai Barat, Kalimantan Timur. Sayangnya, meskipun jumlahnya sangat melimpah saat musim tangkap tiba, harga jual ikan ini tergolong rendah jika dibandingkan dengan jenis ikan sungai lainnya. Di pasar tradisional, harga ikan kendia segar hanya berkisar antara Rp5.000 hingga Rp15.000 per kilogram.

"Ikan kendia ini memang banyak kalau musimnya datang, tapi harganya nggak sebanding dengan lele atau baung. Mungkin karena durinya yang banyak," ujar Edy, salah seorang warga Kutai Barat yang kerap mengonsumsi ikan tersebut. Ikan kendia memang dikenal memiliki banyak duri halus dalam dagingnya, yang membuatnya kurang diminati oleh sebagian masyarakat, khususnya keluarga dengan anak kecil.

Namun demikian, para pedagang dan pengrajin lokal telah menemukan cara untuk meningkatkan nilai jual ikan kendia, yakni dengan mengolahnya menjadi ikan asin. Setelah melalui proses pengawetan dengan cara diasinkan dan dijemur, harga ikan kendia bisa melonjak hingga Rp30.000–Rp40.000 per kilogram. Proses ini tidak hanya menambah daya simpan ikan, tetapi juga menjadikannya lebih ekonomis bagi para penjual.

Baca juga: Ikan Repang Kutai Barat Naik Saat Diasinkan

"Biasa saya dapat kendia segar ya saya jual dulu, kalau stok banyak dan nggak habis, sisanya diasinkan," ucap Imam, salah seorang pedagang ikan di Pasar Barong Tongkok, Kutai Barat, saat ditemui RRI pada Kamis (28/8/2025). Strategi ini dinilai efektif untuk menghindari kerugian akibat ikan yang tidak terjual dalam kondisi segar, mengingat ikan kendia mudah lembek jika tidak segera diolah.

Ke depan, masyarakat diharapkan dapat lebih kreatif dalam mengolah ikan kendia agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. Pemerintah daerah juga diimbau untuk mendukung pelatihan pengolahan hasil perikanan bagi warga lokal. Jika dikelola dengan baik, ikan kendia tidak hanya menjadi sumber protein yang murah, tetapi juga potensi ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat di sekitar Sungai Mahakam. (Edy)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....