Harga Cabai Naik, Warga Barong Tongkok Atur Beli Sesuai Kebutuhan
- 16 Feb 2026 17:02 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar-Lonjakan harga cabai rawit yang menembus Rp80 ribu per kilogram di Pasar Jaras, Kecamatan Barong Tongkok, mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, sejumlah warga mengaku harus menyesuaikan pola belanja harian akibat kenaikan harga tersebut.
Salah satu warga Barong Tongkok, Herma, mengaku cukup terkejut dengan kenaikan harga cabai yang terjadi dalam sepekan terakhir. Ia mengatakan, harga Rp80 ribu per kilogram cukup memberatkan bagi ibu rumah tangga yang harus mengatur pengeluaran kebutuhan dapur.
“Biasanya saya beli satu kilo untuk stok beberapa hari. Sekarang harganya sudah Rp80 ribu, jadi terasa sekali naiknya,” katanya.
Menurut Herma, kondisi ini membuatnya harus mengurangi jumlah pembelian cabai setiap kali berbelanja ke pasar. Jika sebelumnya ia membeli satu kilogram, kini ia hanya membeli setengah kilogram bahkan seperempat kilogram untuk menyesuaikan anggaran belanja.
“Sekarang paling beli setengah kilo saja, kadang seperempat. Yang penting cukup untuk masak sehari dua hari,” ujarnya.
Ia menambahkan, cabai merupakan bahan pokok yang hampir selalu digunakan dalam setiap masakan. Karena itu, meskipun harganya naik, ia tetap harus membeli, hanya saja dalam jumlah yang lebih sedikit.
“Tidak bisa tidak pakai cabai, apalagi kalau mau masak sayur atau sambal. Jadi tetap beli, tapi dikurangi,” ucapnya.
Herma berharap harga cabai bisa kembali normal sebelum memasuki Ramadan. Menurutnya, kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat saat bulan puasa, sehingga kenaikan harga bahan pokok akan semakin terasa bagi masyarakat.
“Kalau bisa jangan sampai makin naik saat Ramadan. Soalnya kebutuhan pasti lebih banyak dari biasanya,” tuturnya.
Selain mengurangi pembelian, Herma juga mulai menyiasati penggunaan cabai dalam masakan agar lebih hemat. Ia mengaku kini lebih selektif dalam mengolah menu harian dan mengurangi porsi sambal agar stok cabai bisa bertahan lebih lama.
“Sekarang masaknya lebih disesuaikan saja, jangan terlalu banyak pakai cabai supaya cukup sampai belanja berikutnya,” katanya.
Herma berharap pemerintah daerah dapat memantau pergerakan harga kebutuhan pokok di pasar, khususnya cabai yang kerap mengalami lonjakan menjelang hari besar keagamaan.
“Mudah-mudahan ada perhatian dari pemerintah supaya harga bisa stabil lagi dan masyarakat tidak terlalu terbebani,” ujarnya.