Perempuan dari Empat Kampung di Kubar Ikuti Pelatihan Keterampilan Kecantikan

  • 29 Sep 2026 09:04 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Sebanyak delapan perempuan dari empat kampung di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mengikuti pelatihan makeup, hairdo, dan nail art untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha di bidang kecantikan.

Peserta berasal dari Kampung Abit dan Tondoh di Kecamatan Mook Manaar Bulatn serta Kampung Sebelang dan Tanjung Pagar di Kecamatan Muara Pahu.

Kegiatan dibuka di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten (Disdikbud) Kubar, sebelum peserta mengikuti pelatihan di LPK Nika Salon, Kelurahan Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok, selama kurang lebih 20 hari mulai Senin, 28 September 2026.

Pelatihan tersebut dilaksanakan melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Fajar Sakti Prima (FSP) dan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bayan Resources Tbk Tahun 2026, bekerja sama dengan LPK Nika Salon.

Penanggung Jawab Operasional PT Bayan Resources Tbk - Muara Pahu, Totok Sugianto, mengatakan keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat menjadi modal untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemandirian, kreativitas dan produktivitas.

“Kami ingin setelah mengikuti pelatihan ini, setiap peserta pulang bukan hanya membawa ilmu, tapi juga membawa keyakinan bahwa dirinya mampu menciptakan sesuatu, berkarya dan mampu membangun peluang dari keterampilan yang dipilih,” kata Totok.

Penyerahan Peralatan Make Up oleh Penanggung Jawab Operasional PT. Bayan Resources Tbk - Muara Pahu, Totok Sugianto, kepada Perwakilan Pesertas. (foto.RRI/MCJ)

Menurutnya, pemberdayaan perempuan tidak hanya berkaitan dengan kesempatan mengikuti pelatihan, tetapi juga perlu disertai akses dan ruang untuk mengembangkan kemampuan yang telah diperoleh.

“Karena pemberdayaan perempuan bukan hanya tentang memberikan kesempatan untuk belajar, pemberdayaan adalah tentang memberikan akses dan kepercayaan, keterampilan dan ruang untuk berkembang,” ujarnya.

Ia berharap keterampilan makeup, menata rambut dan nail art dapat dikembangkan menjadi usaha maupun sumber penghasilan baru sesuai kebutuhan masyarakat di lingkungan sekitar.

“Kami berharap setelah pelatihan ini selesai, lahir perempuan-perempuan yang lebih percaya diri, lebih mandiri, lebih kreatif, profesional, dan mampu menjadikan keterampilan sebagai kekuatan ekonomi bagi dirinya sendiri,” ucap Totok.

Berharap Bisa Diujikompetensikan

Pelatihan di Buka oleh Plh. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutai Barat, Agustinus Dalung. (foto.RRI/MCJ)

Ketua LPK Nika Salon, Semi Handayani, meminta peserta memanfaatkan waktu pelatihan dengan sungguh-sungguh karena tiga materi yang diberikan harus dikuasai dalam waktu yang tersedia.

“Karena waktunya juga tidak terlalu lama, untuk tiga materi ini belajar yang sungguh-sungguh. Kita delapan jam satu hari, kita hari Sabtu-Minggu tidak ada libur,” ujarnya.

Semi berharap pembelajaran yang diberikan tidak berhenti pada praktik selama pelatihan, tetapi dapat berlanjut hingga uji kompetensi sehingga keterampilan peserta dapat terus dikembangkan.

“Semoga ke depannya bisa diuji kompetensikan dengan perusahaan yang terkait, jadi tidak sampai di situ saja. Karena memang kami ingin pelatihan ini berbasis kompetensi,” kata Semi.

Untuk diketahui, kegiatan tersebut dibuka oleh Plh. Disnakertrans Kubar, Agustinus Dalung, dan dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sekretaris Forum CSR Kubar Zulkarnain, Ketua LPK Nika Salon, serta sejumlah perwakilan manajemen perusahaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....