Pemkab Kutai Barat Salurkan Bantuan Beras untuk 25 Ribu KK
- 30 Sep 2026 19:56 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat kurang mampu dengan target sebanyak 25 ribu keluarga penerima manfaat.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran masyarakat sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sehari-hari.
Kepala Dinas Sosial Kutai Barat Adolfus Pontus mengatakan, program bantuan beras tersebut merupakan bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah daerah dalam membantu masyarakat kurang mampu.
“Tujuannya membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat kurang mampu, membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga penerima manfaat, serta sebagai wujud kepedulian dan kehadiran Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat,” kata Adolfus, Selasa 29 September 2026.
Menurutnya, program bantuan beras tahun ini menggunakan anggaran APBD Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Sosial sekitar Rp6,2 miliar. Dari anggaran tersebut, realisasi sementara mencapai sekitar Rp3,6 miliar.
Adolfus menjelaskan, target penerima bantuan mencapai sekitar 25 ribu kepala keluarga. Namun, hingga pelaksanaan program tahun ini, penerima yang terealisasi sebanyak 19.764 kepala keluarga atau sekitar 79 persen dari target.
Adolfus mengatakan, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap di wilayah kampung dan kelurahan. “Melihat kondisi masyarakat kita yang mengalami kondisi alam yang mengalami kemarau panjang dan kemiskinan ekstrem, kemarin kami mengambil kebijakan beras yang sudah datang langsung kami distribusikan kepada masyarakat, dengan harapan bisa sedikit meringankan beban penderitaan warga kita,” ujarnya.
Dinas Sosial Kutai Barat juga melakukan evaluasi terhadap sistem pendataan penerima bantuan setelah masih terdapat wilayah yang belum menerima bantuan pada tahun ini.
Adolfus mengatakan, dari 190 kampung dan empat kelurahan di Kutai Barat, bantuan telah menjangkau 183 kampung dan empat kelurahan. Sebanyak tujuh kampung belum menerima bantuan karena tidak mengajukan usulan.
“Untuk tahun depan kami telah menyiapkan konsep baru sehingga nanti seluruh kampung dan empat kelurahan di Kabupaten Kutai Barat akan mendapatkan bantuan,” katanya.
Pemerintah akan memperbaiki mekanisme pendataan, verifikasi, dan penentuan penerima manfaat agar penyaluran bantuan berikutnya lebih merata dan tepat sasaran.
Adolfus berharap bantuan tersebut memberikan dampak nyata bagi keluarga penerima, terutama dengan mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk membeli beras.
“Uang yang sedianya digunakan untuk membeli beras kini bisa dialihkan untuk kebutuhan penting lainnya seperti biaya pendidikan, pemenuhan gizi lauk pauk,” ujarnya.
Selain membantu kebutuhan pangan, pemerintah berharap program tersebut dapat menjadi bantalan perlindungan sosial bagi masyarakat yang berada di garis kemiskinan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....