Dari Laham, 100 Tahun Karya MSF Kini Himpun Umat Lintas Daerah
- 21 Sep 2026 14:45 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Seratus tahun setelah tiga misionaris Misionaris Keluarga Kudus atau Missionarii Sacrae Familiae (MSF) memulai karya pelayanan di Stasi Laham, peringatan satu abad MSF di Kalimantan Timur kini menghimpun umat dari berbagai daerah.
Karya MSF di Kaltim bermula pada 1926 di Laham. Dari wilayah tersebut, tiga misionaris MSF mengawali pelayanan yang tidak hanya berkaitan dengan kehidupan gereja, tetapi juga menyentuh bidang pendidikan dan kesehatan.
Jejak pelayanan tersebut kini diperingati melalui rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan sejak beberapa tahun terakhir. Gagasan perayaan mulai digaungkan sekitar tiga tahun lalu, sementara kepanitiaan bergerak lebih intensif sejak setahun terakhir.
Pastor Paroki Kristus Raja Barong Tongkok, Petrus Prillion, MSF, sekaligus Ketua Umum Panitia 100 Tahun Karya MSF di Kaltim, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut mendapat keterlibatan umat secara sukarela.
“Ini betul-betul murni umat dengan senang hati terlibat dan mengambil bagian. Itu yang kami rasakan luar biasa, sekaligus menguatkan semangat dan solidaritas umat,” ujar Pastor Prillion dalam konferensi pers di Paroki Kristus Raja Barong Tongkok, Minggu, 20 September 2026.
Sepanjang tahun, panitia menggelar berbagai kegiatan, mulai dari kegiatan kaum muda, sosial, kesehatan dan budaya hingga persiapan menuju perayaan puncak.
Temu kaum muda menjadi salah satu rangkaian yang melibatkan peserta dari luar Kubar. Sekitar 500 peserta hadir dari sejumlah daerah, termasuk Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Samarinda.
“Kalo biasanya kepanitiaan berlangsung dalam waktu singkat, ini luar biasa karena kegiatan sudah dirancang jauh-jauh hari. Mulai awal tahun, kegiatan demi kegiatan dilaksanakan,” katanya.

Keterlibatan lintas daerah juga dipersiapkan dalam perayaan puncak. Umat dari Kutai Barat, Mahakam Ulu, sejumlah paroki di Keuskupan Agung Samarinda, hingga umat dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan akan datang mengikuti perayaan tersebut.
Sejumlah imam MSF yang selama ini berkarya di berbagai wilayah, termasuk dari luar negeri, juga direncanakan hadir.
Bagi panitia, banyaknya umat yang datang dari berbagai daerah membuat aspek pelayanan menjadi perhatian tersendiri. Kubar tidak hanya menjadi lokasi perayaan, tetapi juga menjadi tuan rumah bagi para peserta.
“Karena kita menjadi tuan rumah, tantangan terberatnya adalah bagaimana membuat semua yang datang ke sini merasa nyaman. Kita harus memberikan pelayanan yang terbaik,” ujar Pastor Prillion.
Dukungan Pemerintah dan Kegiatan Sosial
Rangkaian peringatan satu abad karya MSF juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Barat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kubar, Rion, mengatakan pemerintah daerah mendukung kegiatan yang diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pada momentum perayaan puncak di Taman Budaya Sendawar (TBS), pemerintah daerah akan menggelar Gerakan Pangan Murah pada 12 hingga 17 Oktober 2026.

Menurut Rion, program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi umat yang mengikuti rangkaian perayaan, tetapi juga masyarakat Kubar secara umum.
“Harapannya kegiatan ini juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Rion.
Di sisi lain, semangat pelayanan juga diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial yang melibatkan umat dan tenaga profesional dari berbagai bidang.
Koordinator Bakti Sosial, Sumiati, mengatakan kegiatan sosial menjadi salah satu bentuk keterlibatan umat dalam memperingati satu abad karya MSF.

Pelayanan kesehatan melibatkan dokter, perawat, bidan, apoteker dan tenaga kesehatan lainnya. Selain itu, panitia melakukan kunjungan ke Panti Bruder Alma untuk memberikan perhatian kepada warga yang membutuhkan pendampingan dan perawatan.
“Ini menjadi bentuk kepedulian dan ucapan terima kasih kepada para Bruder yang selama ini merawat mereka,” kata Sumiati.
Rangkaian kegiatan sosial juga mencakup aksi bersih lingkungan yang digelar pada 14 Agustus 2026 di sekitar paroki, pasar dan lapangan.
Peringatan 100 tahun karya MSF di Kaltim akhirnya tidak hanya menjadi perayaan atas perjalanan panjang pelayanan sejak Laham, tetapi juga mempertemukan umat dari berbagai daerah melalui kegiatan keagamaan, sosial, kesehatan dan kemasyarakatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....