Pemerintah Kampung Empakuq Perkuat Ketahanan Pangan lewat KMP
- 16 Mei 2026 09:44 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Program ketahanan pangan melalui Koperasi Merah Putih (KMP) Kampung Empakuq mulai memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat setempat.
Program yang dialokasikan melalui dana ketahanan pangan pada akhir 2025 tersebut difokuskan pada sektor peternakan babi, perikanan keramba, dan hidroponik.
Petinggi Kampung Empakuq, Bernardus, mengatakan pengajuan kegiatan dilakukan melalui proposal dari koperasi desa untuk program pembibitan ikan nila dan ternak babi yang saat ini telah dikelola oleh KMP Kampung Empakuq.
Menurutnya, sektor peternakan dan perikanan dipilih karena kondisi geografis Kampung Empakuq yang berada di pinggiran Sungai Mahakam dan kerap terdampak banjir sehingga kurang mendukung sektor pertanian tanam tumbuh.
“Karena itu, kita lebih memilih ternak dan perikanan untuk ketahanan pangan masyarakat,” ujar Bernardus, Sabtu 16 Mei 2026.
Ia menjelaskan, penerima bantuan ketahanan pangan itu terdiri dari 50 orang kelompok ternak babi, 12 kelompok keramba ikan, dan satu kelompok hidroponik.
Namun untuk tahun 2026, program ketahanan pangan diperkirakan menghadapi tantangan akibat pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat sehingga peluang penambahan bantuan dinilai sangat kecil.
"Tapi kita dari pemerintah kampung bersama pengurus koperasi tetap melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap kelompok penerima bantuan," katanya.
Peninjauan lanjut Bernardus, dilakukan setiap tiga bulan sekali guna memastikan program berjalan dengan baik dan berkelanjutan.
Bahkan, rumah warga penerima bantuan telah dipasang stiker pendataan untuk mempermudah proses monitoring dan evaluasi kegiatan.
“Yang sudah berhasil ternak babi dan ada anak babinya, mereka mengembalikan satu ekor kepada kopdes. Kalau yang dipotong hasil ternaknya, sekitar 10 persen dari harga jual masuk ke kopdes,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, program tersebut mulai memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Sejumlah warga disebut telah menikmati hasil ternak dan perikanan yang dikelola melalui kelompok ketahanan pangan.
Selain membantu meningkatkan pendapatan warga, program tersebut juga dinilai membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat kampung.
Meski demikian, Bernardus mengakui sektor hidroponik masih menghadapi kendala karena biaya obat-obatan dan perawatan sayur pakcoy dinilai cukup mahal sehingga hasilnya belum terlalu signifikan dibanding sektor peternakan dan perikanan.
“Kami berharap bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah tetap ada sehingga program ketahanan pangan ini bisa terus berkelanjutan dan membantu ekonomi masyarakat Kampung Empakuq,” ujar Bernardus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....