Bulog Bakal Bangun Gudang Kapasitas 1.000 Ton di Kutai Barat

  • 04 Apr 2026 18:08 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Perum Bulog akan membangun gudang beras berkapasitas 1.000 ton di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur sebagai upaya memperkuat ketersediaan dan keterjangkauan pangan di daerah.

Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto, mengatakan pembangunan gudang tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga pangan, khususnya beras dan minyak goreng, serta memperlancar distribusi di wilayah Kutai Barat dan Mahakam Ulu.

“Pembangunan ini untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan, sehingga distribusi bisa lebih cepat dan merata,” ujarnya dalam acara penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) di Auditorium ATJ Kantor Pemkab Kubar, Sabtu 4 April 2026.

Sudarso menjelaskan, pembangunan gudang di Kutai Barat merupakan bagian dari program nasional pembangunan 100 titik infrastruktur pascapanen sesuai arahan Presiden. Program ini dirancang untuk memperkuat sistem logistik pangan dan menekan potensi lonjakan harga di daerah.

“Bersama Pak kepala wilayah Bulog Samarinda akan memproses balik nama dulu, dan Kutai Barat akan masuk pada gelombang pertama 2026 untuk pembangunan gudang,” ucapnya.

Sambil menunggu pembangunan gudang permanen, Bulog akan memanfaatkan fasilitas gudang yang sudah ada di Kutai Barat dengan kapasitas sekitar 200 ton sebagai langkah sementara.

“Pada saat yang sama, kami juga telah berdiskusi dengan Sekretaris Daerah serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perdagangan untuk memanfaatkan gudang yang sudah ada, yang saat ini digunakan sebagai gedung arsip, sebagai gudang sementara,” katanya.

Hal ini penting karena Kutai Barat dan Mahakam Ulu yang berdekatan hampir setiap minggu menjadi perhatian Kementerian Dalam Negeri dan kementerian lainnya dalam evaluasi, mengingat harga bahan pokok di wilayah tersebut masih cenderung tinggi meskipun relatif stabil.

“Bahkan, sempat muncul pemberitaan di Mahakam Ulu bahwa harga satu karung beras mencapai Rp1 juta. Atas kondisi tersebut, kami juga menerima berbagai masukan dari pemerintah pusat untuk menjadi perhatian bersama,” ucapnya.

Selain itu, Bulog juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat untuk meningkatkan akses jalan menuju lokasi gudang. Infrastruktur jalan yang memadai dinilai penting agar distribusi logistik berjalan lancar.

Pembangunan gudang ini juga didukung oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui hibah lahan seluas 1,3 hektare yang telah disepakati melalui penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah.

Sementara itu Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, mengapresiasi sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah dan Perum Bulog. Ia menilai kolaborasi tersebut sangat penting untuk menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.

“Sinergi ini menjadi langkah konkret dalam memastikan pasokan pangan tetap tersedia dan harga tetap terkendali, khususnya di tengah dinamika harga komoditas,” ujarnya.

Dengan adanya gudang tersebut, Bulog berharap distribusi pangan di wilayah Kutai Barat dan sekitarnya menjadi lebih efisien, sehingga dapat menjaga stabilitas harga dan meningkatkan ketahanan pangan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....