Samuel, Kampung Wisata Dadapsari Miliki Potensi Besar Sektor Pariwisata Lokal

  • 14 Sep 2026 07:46 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Kampung Melayu Dadapsari, Kota Semarang, didorong terintegrasi dengan kawasan wisata lain seperti Kota Lama dan Pecinan agar pengembangan pariwisata tidak berjalan sendiri-sendiri. Integrasi antardestinasi dinilai penting untuk memperkuat daya tarik wisata sekaligus mengangkat kekuatan sejarah dan budaya lokal yang dimiliki Kampung Melayu Dadapsari.

Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel J. Wattimena, mengatakan Kampung Melayu Dadapsari memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem wisata Kota Semarang. Menurutnya, setiap kampung wisata perlu memiliki keterkaitan dengan destinasi di sekitarnya sehingga wisatawan mendapatkan pengalaman yang lebih lengkap.

Samuel menilai potensi kampung wisata di Kota Semarang sangat besar. Dari 12 kampung wisata yang ada, ia menyebut telah mengunjungi enam di antaranya, termasuk Desa Kandri, Kampung Kolang Kaling, dan Kampung Melayu Dadapsari.

"Diperlukan dan Bersinergi dengan destinasi sekitar. Wisata tidak boleh berjalan sendiri,harus saling melengkapi dengan Kota Lama, Pecinan, dan kawasan heritage lain. Jangan sampai kita kehilangan akar. Wisata harus tumbuh dari kekuatan lokalnya sendiri". Kampung Melayu Dadapsari ini dengan sejarah Arab-Melayu-Tionghoa-Jawa yang unik sangat selaras," kata Samuel saat bimbingan teknis pemberdayaan Pariwisata di Kelurahan Dadapsari, Semarang Utara, Kota Semarang, Sabtu 12 September 2026.

Menurut Samuel, diperlukan lenguatan data dan ekonomi kreatif seperti Pemetaan potensi, produk unggulan, dan narasi cerita yang kuat sebelum gencar promosi.
Keterlibatan masyarakat lokal seperti wisata bukan hanya bangunan, melainkan kehidupan warga di dalamnya; partisipasi warga adalah kunci keberlanjutan .
"Akulturasi sebagai kekuatan karena Semarang keberagaman etnis (Arab, Tionghoa, Melayu, Jawa) adalah daya tarik utama yang harus dikemas dengan baik,"jelasnya.
Sementara Disbudpar Kota Semarang menetapkan, mendukung, dan mengelola Kampung Melayu Dadapsari sebagai destinasi wisata heritage resmi, terintegrasi dalam satu paket wisata Semarang Lama, dengan pengelolaan berbasis masyarakat melalui Pokdarwis, serta pengawasan ketat terhadap pelestarian bangunan cagar budaya.
"Pokdarwis menjadi ujung tombak pengelolaan; Disbudpar berperan membimbing dan memfasilitasi," Kadinas Kebudayaan dan Pariwisata Indriasari.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....