Mengenal Kuliner Khas dan Sejarah Pasar Gede Solo
- 29 Agt 2026 10:13 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Pasar Gede Solo adalah salah satu pasar tradisional paling tua dan bersejarah di Kota Surakarta. Pasar ini dibangun pada tahun 1927 merupakan ancangan arsitek Belanda Thomas Karsten.
Pasar ini diresmikan oleh Pakubuwono X pada 12 Januari 1930. Bangunannya bergaya kolonial dengan sentuhan Jawa, menjadikannya ikon arsitektur sekaligus pusat ekonomi masyarakat Solo sejak masa lampau.
Sejak awal berdirinya, Pasar Gede menjadi pusat perdagangan utama yang ramai dikunjungi pedagang dan pembeli dari berbagai daerah. Lokasinya strategis dekat Keraton Surakarta dan Kali Pepe membuat pasar ini berkembang pesat sebagai pusat aktivitas ekonomi dan budaya.
Selain nilai sejarahnya, Pasar Gede juga terkenal sebagai surga kuliner khas Solo. Di sini, pengunjung bisa menemukan berbagai makanan tradisional yang melegenda.
Ada Tahok, minuman hangat dari kembang tahu dengan kuah jahe dan gula aren. Minuman ini menjadi salah satu sajian ikonik yang selalu dicari.
Tak kalah populer adalah cabuk rambak, ketupat dengan bumbu wijen dan karak yang sederhana namun kaya rasa. Ada pula gempol pleret, minuman segar berbahan tepung beras dengan kuah santan gula merah, yang menyegarkan di siang hari.
Es dawet telasih juga menjadi daya tarik utama, dengan campuran cendol, santan, gula jawa, dan biji selasih yang unik. Lenjongan, jajanan pasar berisi klepon, cenil, dan ketan, menghadirkan cita rasa manis legit yang menggugah selera.
Nasi liwet khas Solo, dengan nasi gurih, sayur labu siam, ayam suwir, dan telur pindang, juga mudah ditemukan di sekitar pasar. Hidangan ini sering dijadikan menu sarapan maupun makan malam oleh masyarakat lokal maupun wisatawan.
Selain itu, timlo Solo yang berupa sup berisi sosis Solo, ayam, dan telur pindang, menjadi pilihan hangat yang cocok disantap kapan saja. Intip, kerupuk nasi hasil kerak nasi yang digoreng, melengkapi deretan kuliner khas yang hanya bisa ditemukan di Pasar Gede.
Dengan sejarah panjang dan kekayaan kuliner yang dimilikinya, Pasar Gede Solo bukan sekadar tempat berbelanja. Tetapi simbol akulturasi budaya, pusat kuliner tradisional, sekaligus destinasi wisata yang ingin merasakan keaslian Surakarta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....