Apem Yaa Qowiyyu, Salah Satu Warisan Budaya Besar di Klaten
- 07 Agt 2026 23:21 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Pernah mendengar istilah Apeman Yaqowiyu Jatinom? Adalah sebuah tradisi menyebar kue apem yang dilakukan dari generasi ke generasi yang hingga sekarang masih lestari.
Tradisi Sebaran Apem Yaa Qowiyyu adalah salah satu warisan budaya terbesar di Klaten. Ia mengajarkan tentang pentingnya memohon ampunan (affuan) dan meminta kekuatan (yaa qowiyyu) dalam menjalani hidup.
Kue apem dalam tradisi Jatinom memiliki makna filosofis yang mendalam. Kata "apem" dipercaya berasal dari kata serapan Arab "affuan" atau "afuwun" yang berarti ampunan.
Kue ini melambangkan permohonan ampunan dan permintaan kekuatan kepada Tuhan maha Suci. Dengan mengucapkan "Yaa Qowiyyu" saat sebaran, masyarakat berharap mendapatkan kekuatan (fisik, mental, spiritual) dari Tuhan untuk menjalani kehidupan.
Fisik kue apem yaqowiyu yang dibagikan, dibuat secara khusus oleh warga lokal, umumnya berukuran kecil, berwarna putih. Memiliki tekstur yang lembut dan khas, diolah dari beras dan santan.
Puncak perayaan Sebaran Apem Yaa Qowiyyu adalah momen yang paling ditunggu dan paling meriah. Dengan menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah tradisi ini menjadi daya tarik wisatawan.
Ritual ini dipusatkan di Kompleks Makam Ki Ageng Gribig dan Masjid Agung Jatinom. Apem yang sudah disiapkan, akan diarak dan diletakkan di sebuah panggung tinggi membentuk gunungan Apem.
Pada momen puncak, puluhan bahkan ratusan ribu kue apem disebarkan dengan dilempar dari panggung atau menara. Terjadi perebutan apem yang sangat meriah dan penuh semangat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....