KKN-T 55 Undip Rancang Masterplan Wisata Desa Cokro
- 28 Jul 2026 16:42 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Binaan Unggulan (IDBU) 55 Universitas Diponegoro memaparkan hasil Perancangan Masterplan Kawasan Wisata Desa Cokro di Pendopo Tahu Sari, Desa Cokro, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Rabu (16/7). Kegiatan yang diinisiasi Kelompok 2 tersebut bertujuan mendukung pengembangan potensi desa melalui konsep agroeduwisata yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Pemaparan dihadiri Kepala Desa Cokro Heru Budi Santosa beserta jajaran perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan perwakilan pengelola Pabrik Tahu Sari. Ir. Ari Wibawa Budi Santosa, S.T., M.Si. hadir mewakili dosen pembimbing lapangan, Prof. Dr. Moh. Djaeni, S.T., M.Eng., .
Penyusunan masterplan berawal dari hasil survei lapangan dan diskusi bersama Pemerintah Desa Cokro mengenai arah pengembangan kawasan wisata desa. Pemerintah desa mengharapkan adanya konsep yang mampu mengintegrasikan berbagai potensi unggulan dalam satu kawasan wisata yang saling terhubung.
Mahasiswa kemudian mengusung konsep Agroeduwisata Desa Cokro dengan menggabungkan sektor pertanian, peternakan, industri lokal, dan edukasi sebagai satu destinasi wisata. Kawasan tersebut menghubungkan Pabrik Tahu Sari, kebun stroberi, kebun anggur, peternakan bebek petelur, serta budidaya cacing sutra sehingga memberikan pengalaman rekreasi sekaligus edukasi kepada pengunjung.
Sebagai acuan pengembangan kawasan, mahasiswa menyusun model digital tiga dimensi (3D) sebagai visualisasi masterplan yang menggambarkan penataan kawasan secara lebih realistis beserta pembagian zonasi dan fasilitas pendukung. Rancangan tersebut juga dilengkapi alur kunjungan wisata, strategi pengelolaan kawasan, tahapan pengembangan, serta alternatif sumber pendanaan apabila direalisasikan secara bertahap.
Dalam masterplan tersebut, kawasan wisata dibagi menjadi beberapa zona utama, seperti area petik stroberi dan anggur, edukasi peternakan bebek, budidaya cacing sutra, area UMKM, pendopo, ruang edukasi, serta ruang terbuka yang mendukung aktivitas wisata keluarga. Konsep tersebut disusun secara kolaboratif oleh mahasiswa lintas disiplin ilmu dengan mempertimbangkan aspek edukasi, ekonomi, estetika, dan keberlanjutan lingkungan.
Diskusi setelah pemaparan berlangsung interaktif dan menunjukkan antusiasme Pemerintah Desa Cokro terhadap konsep yang ditawarkan mahasiswa. Pemerintah desa mengapresiasi rancangan tersebut serta berharap masterplan dapat menjadi referensi awal dalam pengembangan agroeduwisata melalui kolaborasi yang lebih luas bersama Universitas Diponegoro.
Mahasiswa KKN-T menjelaskan bahwa masterplan merupakan bentuk kontribusi akademik sesuai ruang lingkup pelaksanaan KKN Tematik sehingga belum dapat diwujudkan dalam bentuk pembangunan fisik selama masa pengabdian. Meski demikian, rancangan tersebut diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah desa dalam mengembangkan kawasan wisata berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan pemberdayaan masyarakat, nilai tambah produk unggulan desa, serta perekonomian secara berkelanjutan. (Naila Dian)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....