Budidaya Edelweis di Bromo Jadi Cara Menjaga Kelestarian
- 22 Jul 2026 13:53 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Melihat bunga edelweis dijual di kawasan Bromo sering membuat wisatawan bertanya-tanya. Tidak sedikit yang mengira bunga tersebut dipetik langsung dari gunung, padahal edelweis dikenal sebagai tanaman yang dilindungi dan tidak boleh diambil dari habitat alaminya.
Anggapan seperti itu memang masih sering muncul di kalangan masyarakat. Wajar saja, karena selama ini masyarakat lebih banyak mengenal edelweis sebagai bunga yang tumbuh di pegunungan dan keberadaannya harus dijaga agar tetap lestari.
Faktanya, bunga edelweis yang dijual kepada wisatawan bukan berasal dari hasil memetik di kawasan konservasi. Edelweis tersebut merupakan hasil budidaya yang ditanam oleh masyarakat, sehingga penjualannya tidak mengganggu bunga yang tumbuh alami di kawasan Bromo.
Lewat budidaya ini, masyarakat tetap memiliki kesempatan untuk mendapatkan penghasilan dari sektor wisata. Di sisi lain, edelweis yang tumbuh di alam juga tetap terjaga karena tidak dijadikan sumber utama untuk memenuhi permintaan wisatawan.
Masih banyak pengunjung yang belum mengetahui bahwa edelweis bisa dibudidayakan. Akibatnya, ketika melihat bunga itu dijual, tidak sedikit yang langsung beranggapan bahwa bunga tersebut berasal dari petikan liar, padahal kenyataannya tidak demikian.
Budidaya edelweis menjadi salah satu cara agar kebutuhan wisatawan bisa dipenuhi tanpa mengurangi populasi bunga yang ada di habitat aslinya. Cara ini juga menunjukkan bahwa upaya menjaga alam tidak selalu harus mengorbankan mata pencaharian masyarakat di sekitar kawasan wisata.
Karena itu, wisatawan tidak perlu langsung ragu ketika melihat edelweis dijual di Bromo. Selama bunga tersebut berasal dari hasil budidaya, pembeli ikut mendukung cara yang lebih baik untuk menjaga kelestarian edelweis sekaligus membantu perekonomian masyarakat setempat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....