Festival Layang-layang dan Merti Jaladri Dongkrak Kunjungan Wisata di Purworejo

  • 08 Jul 2026 19:48 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Purworejo - Momen libur sekolah yang berbarengan dengan dua hajatan besar di pesisir selatan Kabupaten Purworejo menjadi berkah bagi sektor pariwisata. Festival Layang-layang Nasional di Pantai Ketawang dan tradisi Merti Jaladri di Pantai Jatimalang sukses mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan hingga tiga kali lipat sekaligus mengerek Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo, Bangun Erlangga Ibrahim, melalui Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Edi Nur Widyoko, mengonfirmasi adanya lonjakan signifikan selama periode 4-6 Juli 2026. “Setelah kita amati dari kesiapan dan penjualan tiket yang dilakukan, memang ada peningkatan yang cukup lumayan, terutama di hari Minggu,” kata Edi saat dikonfirmasi pada Rabu, 8 Juli 2026.

Dua agenda besar yang digelar hampir bersamaan itu terbukti saling menguatkan. Festival Layang-Layang Nasional berlangsung 4-5 Juli 2026 di Pantai Ketawang, sementara Merti Jaladri digelar 4-6 Juli 2026 di Pantai Jatimalang atau Pantai Dewaruci.

Efeknya, wisatawan datang tidak hanya untuk satu acara. Banyak pengunjung yang menjadikan keduanya sebagai satu rangkaian perjalanan.

“Para pengunjung itu setelah melihat festival layang-layang, sebelum pulang mampir ke Pantai Jatimalang. Di sana kebetulan juga ada event. Jadi kelihatannya saling berhubungan, seperti paket wisata meski tidak kita paketkan secara resmi,” jelas Edi.

Dampaknya langsung terlihat dari data kunjungan. Pada hari normal atau Minggu biasa, Pantai Jatimalang hanya menerima 1.500 hingga 2.000 wisatawan, tetapi saat Merti Jaladri berlangsung, angka itu melejit hingga 6.000 orang dalam sehari.

Sementara Pantai Ketawang mencatat rekor tersendiri. Pada puncak Festival Layang-layang, Minggu, 5 Juli 2206, diperkirakan 15.000 wisatawan memadati pantai untuk menyaksikan ratusan layang-layang raksasa dan atraksi udara.

Selain kemeriahan acara, Edi menyebut harga tiket masuk yang terjangkau menjadi faktor penting Purworejo mampu bersaing dengan destinasi pantai di daerah tetangga. “Tiket masuk ke Jatimalang itu hanya Rp5.000," katanya.

"Dibandingkan dengan pantai-pantai tetangga, kita termasuk agak murah. Jadi bagi masyarakat yang secara finansial terbatas, masih sangat terjangkau untuk berwisata bersama keluarga,” ujarnya.

Keterjangkauan ini dinilai membuat pantai-pantai Purworejo tetap menjadi pilihan utama keluarga pada musim liburan.Melihat hasil luar biasa dari kolaborasi dua event tersebut, Dinporapar Purworejo bergerak cepat melakukan evaluasi menyeluruh.

“Harapan ke depan, event-event seperti ini tetap berkelanjutan, syukur-syukur ke depan kita punya kekuatan anggaran yang lebih, sehingga intensitas event bisa agak ditambah atau dipersering. Selain memikat wisatawan, ini langkah konkret untuk terus dongkrak wisatawan dan mendongkrak PAD Purworejo,” ucap Edi.

Ke depan, pihaknya berencana meramu kalender event agar jadwal Festival Layang-layang, Merti Jaladri, dan agenda rutin lainnya bisa lebih sinkron. Tujuannya jelas, demi menciptakan efek ekonomi yang lebih besar dan menjadikan pesisir selatan Purworejo sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah.(Ags)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....