Ribuan Pelari Susur Sungai dan Gua di Kebumen Geopark, Perputaran Uang Rp1,5 Miliar
- 29 Jun 2026 13:58 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kebumen - Sebanyak 1.500 pelari mengikuti Kebumen Geopark Trail Run (KGTR) 2026 dengan menyusuri sungai, gua, hingga kawasan pantai di Geopark Kebumen, Minggu, 28 Juni 2026. Selain menghadirkan pengalaman berlari yang berbeda, ajang tersebut juga diperkirakan menggerakkan perputaran ekonomi hingga Rp1,5 miliar.
Perputaran uang tersebut berasal dari berbagai aktivitas selama penyelenggaraan, mulai dari biaya pendaftaran peserta, penginapan, konsumsi, transportasi, hingga belanja produk dan jasa masyarakat setempat. Tingginya antusiasme peserta juga memberi dampak positif bagi sektor pariwisata dan pelaku usaha di sekitar lokasi.
Sekretaris Daerah(Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, yang turut mengikuti kategori 17 kilometer mengatakan KGTR menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan ajang lari alam lainnya. Menurutnya, peserta tidak hanya berolahraga, tetapi juga menikmati sekaligus mengenal kekayaan geologi yang dimiliki Kebumen.
"Tadi masuk gua juga, geopark ini adalah warisan kekayaan dan destinasi wisata bukan buatan. Kita tidak bisa membuat ini, itu ciptaan Allah, mari kita cintai, kita jaga, dan kita lestarikan," ujarnya.
Keunikan lintasan menjadi daya tarik utama KGTR 2026. Pada kategori 50 kilometer, pelari melintasi pantai, bukit, sungai, hingga memasuki Gua Petruk dan Gua Wora-Wari di kawasan Pantai Lampon, sementara peserta kategori 17 kilometer melewati Karangbolong, Sagara, Watubalang, Surumanis, Lampon, dan finis di Pantai Pecaron.
Race Director KGTR 2026, Leonardus Bagus, mengatakan kombinasi medan tersebut menjadikan KGTR berbeda dengan ajang trail run lain di Indonesia. Bahkan, menurutnya, KGTR merupakan satu-satunya lomba lari yang menghadirkan segmen lintasan memasuki goa.
"Yang membuat event ini berbeda, rutenya paling komplit, pelari mendapatkan rute pantai, gunung, pasir, sungai, sampai gua. Ini satu-satunya event di Indonesia yang ada segmen masuk gua," ucap Leo.
Tingginya minat peserta membuat panitia harus membatasi jumlah pendaftar karena kapasitas penginapan dan homestay di sekitar lokasi masih terbatas. Sumarno pun mendorong masyarakat mengembangkan homestay dan layanan wisata berbasis komunitas agar manfaat ekonomi dari kegiatan serupa dapat dirasakan lebih luas.
"Tahun ini kami sampai menolak peserta karena daya tampung penginapan masih terbatas. Pembatasan dilakukan agar kenyamanan peserta tetap terjaga," kata Leo.
Bagi peserta, perpaduan medan yang menantang dengan panorama alam Geopark Kebumen menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Raivan Gustian Santiko asal Purworejo, juara kategori 17 kilometer, mengaku terpukau dengan keindahan lintasan yang menurutnya menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.
"Sangat menakjubkan, pertama kali ikut trail run langsung kagum. Medannya menantang, tapi pemandangannya luar biasa," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....