Wisata Edukatif, VW Tour Borobudur Ajak Jurnalis Jateng-DIY Angkat UMKM Lokal
- 12 Jun 2026 03:38 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang - Puluhan jurnalis se-Jawa Tengah dan DIY yang berada di bawah naungan BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah (Kepwil) VI menggelar media gathering di Kabupaten Magelang, Kamis 10 Juni 2026. Para jurnalis berkesempatan mengikuti VW Tour Borobudur, untuk mengangkat UMKM lokal melalui potensi destinasi wisata.
Salah satu anggota Komunitas VW Tour Borobudur, Rama Irvano yang sejak 2016 silam bergabung menjadi bagian dari pegiat UMKM melalui hobinya di dunia otomotif klasik. Ia bersama puluhan pecinta VW Klasik lainnya , berupaya membantu mengangkat perekonomian pelaku UMKM lokal area Borobudur, agar produknya dikenal luas para wisatawan.
VW Tour Borobudur memiliki daya tarik dalam memanjakan mata wisawatan menikmati suasana pedesaan mengendarai VW Klasik buatan tahun 1976. Mobil yang dikenal "VW Camat" ini, sengaja dipilih untuk menambah kesan klasik sekaligus menghidupkan nuansa jadul, sembari mengunjungi sentra-sentra UMKM lokal dengan potensi unggulannya.
"Dengan mengendarai VW Camat ini para jurnalis kami ajak berkeliling pedesaan, serta mengunjungi sentra UMKM lokal. Produsen gerabah, rengginang, mochi, yangko khas Magelang hingga menikmati panorama pemandangan di kaki bukit Menoreh," ujarnya,
Berbicara tentang tarif, wisatawan memiliki banyak pilihan, mulai dari short trip, medium trip, hingga one day trip. "Buat yang cuma punya waktu singkat bisa pulih short trip dengan durasi dua jam cukup Rp450 ribu, ada pula medium trip Rp600 ribu dengan tiga jam perjalanan sekaligus kunjungan edukasi dan spot foto di kaki bukit Menoreh," ucapnya.
Ada ratusan mobil VW Camat yang tersebar dalam 20 Komunitas VW Tour Borobudur yang siap mendampingi wisatawan menikmati suasana pedesaan di area Borobudur. "Antusiasme wisatawan senang semua, karena mayoritas berasal dari kota-kota besar di Indonesia yang rindu menikmati suasana pedesaan, dengan puncaknya saat liburan Nataru dan akhir pekan," ungkapnya.
Terkait dengan kenaikan biaya BBM khususnya Pertamax, diakuinya sedikit banyak mempengaruhi pelaku usaha wisata. "Pengaruhnya di harga jualnya, walaupun VW Camat ini sebagian masih ada yang pakai bahan bakar Pertalite, tapi yang pakai Pertamax pasti ngaruh banget karena lagi naik harganya," ujarnya.
Respons positif diungkapkan Eviyanti, jurnalis asal Purwokerto yang merasa takjub dengan panorama pedesaan Borobudur melalui program eduwisata oleh VW Tour Borobudur. Diakuinya, ini merupakan kesempatan perdana menikmati suasana pedesaan mengendarai mobil VW Camat sambil mengunjungi sentra UMKM lokal.
"Rute-rutenya juga menarik bisa melihat desa-desa wisata di Borobudur, yang sangat etnik. Apalagi makanannya khas Magelang, ada getuk, yangko dan makanan tradisional lainnya yang menggunggah selera," ungkapnya.
Terkait layanan, menurutnya VW Tour Borobudur telah memberikan pelayanan yang baik dan nyaman bagi keluarga maupun kalangan manula. "Karena tidak memerlukan tenaga ekstra," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....