Undip Siapkan Dusun Krecek Temanggung Jadi Destinasi Mindfulness Tourism

  • 21 Mei 2026 21:43 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Temanggung — Universitas Diponegoro (Undip) mendorong Dusun Krecek, Desa Getas, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung menjadi destinasi mindfulness tourism berbasis masyarakat. Penguatan dilakukan melalui peningkatan kapasitas pelayanan wisata, pengembangan eco-homestay, hingga revitalisasi fasilitas sanitasi guna mendukung kenyamanan wisatawan.

Program tersebut merupakan bagian dari Pengabdian Masyarakat bersama Alumni Undip melalui program Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition (EQUITY). Puncak kegiatan berlangsung pada Minggu, 17 Mei 2026 dengan mengusung tema “Penguatan Dusun Krecek sebagai Destinasi Mindfulness Tourism melalui Peningkatan Kapasitas Pelayanan Wisata dan Revitalisasi Fasilitas Sanitasi”.

Kegiatan melibatkan dosen, alumni, serta mahasiswa lintas disiplin dari Program Studi Administrasi Bisnis dan Teknik Lingkungan Undip. Fokus pendampingan diarahkan pada penguatan hospitality, pengelolaan wisata berkelanjutan, revitalisasi sanitasi, hingga peningkatan kualitas akomodasi berbasis masyarakat.

Dusun Krecek dipilih karena memiliki potensi wisata budaya, spiritualitas, dan ketenangan alam yang kuat. Dusun budaya Buddhis tersebut dihuni sekitar 60 kepala keluarga yang seluruhnya beragama Buddha dan selama ini dikenal sebagai lokasi kegiatan live in, meditasi, wisata budaya, hingga wisata ketenangan alam.

Berbagai agenda budaya dan spiritual rutin digelar di dusun tersebut, seperti Perayaan Waisak, Nyadran Perdamaian, Merti Dusun, hingga Krecek Mindfulness Weekend. Kegiatan tersebut telah menarik pengunjung dari berbagai daerah untuk merasakan pengalaman wisata berbasis refleksi diri dan kehidupan masyarakat lokal.

Dosen Departemen Administrasi Bisnis Undip mengatakan program pengabdian bertujuan memperkuat kualitas pelayanan wisata tanpa menghilangkan identitas lokal masyarakat setempat. “Dusun Krecek memiliki modal sosial, budaya, dan spiritual yang sangat kuat,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis, 21 Mei 2026.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian melakukan renovasi fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) guna meningkatkan kenyamanan wisatawan. Selain itu, dua unit eco-homestay percontohan juga dikembangkan sebagai bagian dari penguatan akomodasi wisata berbasis masyarakat.

Arya Pradhana Wirawan menegaskan program pengabdian tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik maupun pelatihan, tetapi juga memastikan masyarakat mampu mengelola wisata secara mandiri dan berkelanjutan.

“Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat memiliki sistem yang bisa terus digunakan dan dikembangkan secara mandiri setelah program selesai,” katanya.

Selain pembangunan fasilitas, warga juga mendapatkan pelatihan hospitality dan manajemen wisata berbasis masyarakat menggunakan pendekatan SERVQUAL yang meliputi reliability, assurance, tangibles, empathy, dan responsiveness. Warga berharap peningkatan fasilitas dan pelayanan dapat membuat pengunjung semakin nyaman saat mengikuti kegiatan live in, meditasi, maupun wisata budaya di Dusun Krecek.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....