Mbah Depok, Oase Sunyi Religi di Tengah Hiruk Semarang

  • 02 Mei 2026 10:12 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Di tengah riuhnya kota Semarang, ada satu sudut yang menawarkan ketenangan berbeda. Bukan kafe estetik atau taman kota, melainkan sebuah kawasan wisata religi yang sederhana namun sarat makna: makam Habib Toha bin Muhammad bin Yahya, atau yang akrab disebut Mbah Depok.

Begitu memasuki area makam, suasana langsung berubah. Langit terbuka, bangunan putih dengan kubah hijau berdiri anggun, menghadirkan nuansa Timur Tengah yang bersih dan menenangkan. Ornamen khas Islam berpadu dengan halaman yang tertata rapi, membuat siapa pun betah berlama-lama, bahkan sekadar duduk diam.

Yang menarik, bukan hanya makamnya. Di halaman kompleks ini tumbuh pohon kurma yang menjulang, menjadi daya tarik tersendiri bagi peziarah. Di kota pesisir seperti Semarang, kehadiran pohon kurma terasa unik sekaligus simbolis—menguatkan nuansa religius yang jarang ditemui di tempat lain.

Makam Habib Toha bin Muhammad bin Yahya atau mbah Depok, sabtu 2 Mei 2026. (Foto: RRI/ Fetika)

Sosok Mbah Depok sendiri dikenal sebagai ulama yang berpengaruh, sehingga makamnya tak pernah sepi dari peziarah , baik dari dalam maupun luar kota.

Mbah Depok merujuk pada makam Habib Thoha bin Muhammad bin Yahya adalah pejuang yang berlokasi di Jalan Depok, Kembangsari, Kota Semarang. Makam ini merupakan destinasi wisata religi populer di Semarang dengan suasana yang sering disebut mirip miniatur Masjid Nabawi.

Di tengah tren wisata yang semakin visual dan instan, tempat seperti ini justru mengingatkan bahwa perjalanan terbaik kadang bukan tentang seberapa jauh kita pergi, tapi seberapa dalam kita bisa kembali ke diri sendiri. Kalau kamu datang ke Semarang, tempat ini layak masuk daftar kunjungan. Bukan karena viral, tapi karena nilainya. Dan itu jauh lebih bertahan lama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....