Festival Jadi Solusi Aman Lestarikan Tradisi Balon Udara Pekalongan
- 29 Mar 2026 13:33 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Festival Cegah Penerbangan Balon liar
- AirNav Indonesia
- Syawalan Pemkot Pekalongan
RRI.CO.ID, Pekalongan – Pekalongan Balloon Festival 2026 yang digelar Pemerintah Kota Pekalongan dan AirNav Indonesia berlangsung meriah dan dipadati masyarakat. Festival ini dinilai menjadi solusi aman untuk menekan praktik balon udara liar sekaligus melestarikan tradisi Syawalan.
Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid menyebutkan, festival balon tahun 2026 ini semakin tertata dengan meningkatnya kreativitas peserta. Penataan lokasi yang lebih nyaman bagi penonton.
Ia mengungkapkan, meski festival berjalan sukses, masih ditemukan 22 balon udara liar selama periode Lebaran 2026. “Kami mengimbau masyarakat tidak menerbangkan balon liar karena membahayakan penerbangan dan keselamatan warga,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Keselamatan, Keamanan, dan Standardisasi AirNav Indonesia, Nurcahyo Utomo mengatakan, jumlah laporan balon liar menurun. Dari 51 kasus tahun lalu menjadi 22 laporan tahun ini.
Menurutnya, wilayah udara Pekalongan merupakan jalur penerbangan padat nasional (W-45) sehingga keberadaan balon liar sangat berisiko. Penurunan laporan dinilai menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat.
Pihaknya juga mengapresiasi pelaksanaan Festival Balon Pekalongan yang berjalan sukses, Dari hasil penjurian, Gertak Team meraih juara pertama, disusul Tengok Team dan Langsa Team. Pemkot berharap festival ini terus menjadi agenda tahunan untuk menjaga tradisi tetap hidup tanpa mengabaikan keselamatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....