Perdana Digelar, Seribu Bugis Hidupkan Syawalan Kampung Bugisan
- 29 Mar 2026 11:07 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Kue Bugis
- Tradisi syawalan
- Kota Pekalongan
- Seribu Bugis
RRI.CO.ID, Pekalongan – Suasana meriah dan penuh kebersamaan terasa di fasilitas umum (fasum) Kampung Bugisan RW 01, Kelurahan Panjang Wetan, dalam gelaran Syawalan bertajuk "Seribu Bugis”. Kegiatan ini menjadi momen istimewa karena digelar secara mandiri oleh masyarakat sekaligus menjadi perayaan syukur atas kondisi lingkungan yang kini semakin membaik.
Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj Balgis Diab menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif warga. Syawalan kali ini dinilai memiliki keunikan tersendiri dengan adanya gunungan kue Bugis sebanyak 1.000 bungkus.
“Alhamdulillah, hari ini acara Syawalan di Kota Pekalongan ada tambahan acara lagi, dari Kampung Bugisan menghadirkan sesuatu yang berbeda. Ada tambahan acara berupa gunungan kue Bugis sebanyak seribu bungkus. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kota Pekalongan,” terangnya, Minggu 29 Maret 202.
Dia menjelaskan, kegiatan ini juga merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas kondisi wilayah yang kini sudah terbebas dari genangan banjir dan air rob. Pemerintah Kota Pekalongan pun memberikan penghargaan atas kekompakan warga yang mampu menyelenggarakan acara secara swadaya.
“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada masyarakat Kampung Bugisan. Ke depan, pemerintah akan membantu memfasilitasi dan melestarikan kegiatan ini agar semakin meriah dan bisa dinikmati oleh masyarakat luas, baik dari dalam maupun luar Kota Pekalongan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua RW 01 Kelurahan Panjang Wetan, Slamet Mulyono, mengungkapkan, kegiatan ini merupakan gelaran perdana yang digagas sebagai upaya menggali potensi lokal sekaligus memperkuat kebersamaan warga. Seribu Bugis ini baru pertama kali kami adakan.
"Dulu sempat ada tradisi panjat pohon pinang di pinggiran kali, namun berhenti sejak 2019 karena kondisi lingkungan. Sekarang kami mencoba mengangkat potensi lokal, yaitu kue Bugis,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kue Bugis yang disusun menjadi gunungan setinggi sekitar 1,5 meter ini tidak hanya menjadi simbol kreativitas warga. Namun juga mencerminkan keberagaman yang harmonis di Kampung Bugisan.
“Kue Bugis ini menjadi simbol keberagaman agama, kultur, dan budaya yang menyatu. Warga tetap kompak, rukun, dan saling toleransi. Kegiatan ini murni dari swadaya masyarakat, di mana setiap RT menyumbang sekitar 300 kue Bugis,” tambahnya.
Ia melihat, antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang acara berlangsung. Warga dari berbagai kalangan turut hadir dan menikmati kemeriahan Syawalan yang sarat makna tersebut.
Ke depan, pihaknya berharap kegiatan Seribu Bugis ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari tradisi Syawalan, sekaligus menjadi ikon baru yang mampu menarik minat wisatawan ke Kota Pekalongan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....