Lopis Raksasa Syawalan, Perekat Silaturahmi Warga Pekalongan

  • 29 Mar 2026 10:14 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Lopis raksasa
  • Tradisi Syawalan
  • Kota Pekalongan
  • Syawal 1447 hijrah

RRI.CO.ID, Pekalongan – Ribuan warga dari berbagai daerah memadati kawasan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Sabtu 28 Maret 2026. Mereka menyaksikan tradisi pemotongan lopis raksasa dalam rangka Syawalan 1447 Hijriah.

Tradisi tahunan ini menjadi puncak perayaan Syawalan sekaligus simbol kebersamaan dan silaturahmi masyarakat. Tahun ini, ukuran lopis kembali mencuri perhatian, bahkan mencapai hingga 2,5 ton.

Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid (Aaf) mengaku bangga atas antusiasme masyarakat yang terus meningkat setiap tahun. “Alhamdulillah, antusias warga sangat luar biasa, ini hasil kerja keras panitia, donatur, warga, dan Forkopimda sehingga acara bisa berjalan aman dan lancar,” ujarnya.

Ia berharap tradisi ini terus dilestarikan dan semakin mempererat kebersamaan, serta bisa memberi manfaat lebih luas, termasuk bagi warga terdampak bencana. “Mudah-mudahan tahun depan lebih guyub lagi, bahkan tadi saya usul, sebagian lopis bisa dibagikan ke warga yang terdampak banjir,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj. Balgis Diab menjelaskan, proses pembuatan lopis tidaklah mudah karena dimasak selama tiga hari tiga malam secara bergiliran. Tradisi lopis raksasa tidak mengandung unsur mistis, melainkan murni sebagai simbol persatuan.

“Kalau tidak dijaga, bisa gosong karena dimasak pakai kayu bakar. Jadi harus benar-benar diawasi. Ini murni untuk mempererat silaturahmi. Lopis adalah simbol kebersamaan masyarakat,” tegasnya.

Usai prosesi pemotongan, lopis kemudian dibagikan kepada masyarakat yang hadir sebagai bentuk berbagi kebahagiaan dalam suasana Syawalan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....