Tradisi Syawalan, 40 Tim Meriahkan Pekalongan Balon Festival 2026

  • 28 Mar 2026 13:02 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Final Festival Balon Pekalongan
  • Edukasi Masyarakat
  • Cegah Balon Liar
  • Kota Pekalongan 2026

RRI.CO.ID, Pekalongan - Sebanyak 40 tim dari dalam dan luar Pekalongan mengikuti puncak Festival Balon Pekalongan 2026. Kompetisi balon udara tersebut digelar bertahap, yakni babak penyisihan pada 23-24 Maret 2026, dan babak final bertepatan dengan tradisi Syawalan di Stadion Hoegeng, Kota Pekalongan, Sabtu 28 Maret 2026.

Kepala Bidang Pariwisata Dinparbudpora Kota Pekalongan, Retno Purnomo menuturkan, festival balon mengusung tema “Jaga Tradisi, Jaga Langit, Jaga Kota”. Ini bentuk komitmen menjaga tradisi tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

“Harapannya dengan festival ini tidak ada lagi balon-balon yang diterbangkan secara liar maupun mengganggu area kelistrikan,” ujarnya. Setiap lokasi penyisihan, panitia memilih 10 tim terbaik untuk melaju ke babak final utama atau grand final.

Grand final juga dimeriahkan dengan kehadiran tim ekshibisi dari Wonosobo yang menampilkan atraksi balon udara yang menarik. Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid menilai festival balon tahun ini sangat sukses.

"Dari sisi penyelenggaraanya, pesertanya dan pendukungnya ramai dan meriah," ujarnya. Terkait masih adanya penerbangan balon liar dan petasan di wilayah Kota Pekalongan, pihaknya terus mengedukasi warga tentang bahaya balon liar dan petasan.

"Meski tahun ini sudah turun dari 50 an balon liar tahun lalu menjadi 21 balon liar. Selain dapat mengganggu jalur penerbangan, balon liar juga berisiko menyebabkan kebakaran dan kecelakaan hingga korban jiwa," terangnya.

Wali kota mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak menggunakan dalih tradisi dalam melakukan hal-hal yang berpotensi membahayakan. Seterusnya Kota Pekalongan zero balon liar.

Pada kesempatan tersebut salah satu peserta dari Tim PPG Landungsari, Ulil Albab menyampaikan, sangat antusias bisa lolos babak final pada festival balon udara ini, Tema yang diusung pada kreasi balon mereka tahun ini adalah Jendral Hoegeng, Jenderal Polisi asal Pekalongan yang menjadi polisi teladan karena kejujurannya.

"Pembuatan balon kita ini melibatkan tujuh orang anggota tim, selama sekitar dua bulan, Konsepnya, kami mengangkat sosok Jenderal Hoegeng, dipadukan dengan batik khas Pekalongan, logo kota, dan Museum Batik," ungkapnya.

Pihaknya ingin mengenalkan, Pekalongan punya tokoh jenderal yang dikenal jujur, Harapannya festival balon ini terus terlaksana setiap tahun untuk melestarikan tradisi kota Pekalongan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....