Kandang Harimau Dikosongkan, Ini Strategi Konservasi Semarang Zoo
- 29 Jan 2026 10:41 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Semarang Zoo mengambil langkah strategis dalam upaya konservasi satwa dengan mengosongkan kandang harimau benggala (Panthera Tigris Tigris). Langkah ini diambil untuk memutus rantai perkawinan sedarah yang berdampak buruk pada kesehatan genetik satwa.
Direktur Semarang Zoo, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso mengungkapkan, harimau benggala yang tersisa merupakan salah satu strategi konservasi. Menurutnya, kondisi genetik harimau saat ini memerlukan pembaruan indukan.
"Jadi memang sengaja kita kosongkan kandangnya. Kita tukar dengan beberapa satwa baru seperti kapibara, sitatunga dan sebagainya," katanya, Rabu, 28 Januari 2026.
Bimo menjelaskan, warna bulu harimau yang cenderung pucat merupakan indikasi masalah genetik akibat inbreeding. Dampaknya tidak hanya pada fisik luar, tetapi juga kesehatan organ dalam seperti jantung yang sulit berkembang.
Selain fokus pada perbaikan genetik harimau benggala, pihak pengelola juga berencana mendatangkan spesies baru untuk memperkaya koleksi lembaga konservasi tersebut. "Jadi memang sengaja kita kosongkan kandangnya, nanti kita cari Harimau Sumatra untuk menambah koleksi satwa Semarang Zoo," jelasnya.
Ia menilai, konservasi merupakan sebuah kewajiban dari semua lembaga konservasi. Untuk itu, pihaknya akan terus berupaya menyediakan kandang untuk mendatangkan satwa baru.
"Karena setiap lembaga konservasi punya kewajiban untuk mengembangbiakkan. Jadi kita bisa minta dengan cara hibah atau tukar menukar satwa," ujarnya.
Selain harimau, ia juga menyoroti nasib tiga ekor orangutan Kalimantan yang belum bisa dikembangbiakkan karena tidak ada betina di Semarang Zoo. "Nah, masih ada juga tiga orangutan jantan di sini, ini harus kita pikirkan jodohnya, kalau bisa yang dua ditukar dengan betina," ungkapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....